logo

Ambon AJPF 2020 Digelar Secara Virtual

Ambon AJPF 2020 Digelar Secara Virtual

Foto:Istimewa
13 Desember 2020 11:53 WIB
Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - AMBON: Ambon Jazz Plus Festival (AJPF) 2020, Sabtu (12/12/2020), digelar secara virtual di kanal Youtube Kemenparekraf dan AJPF Official Channel. 

Gelaran AJPF 2020 menyuguhkan penampilan dari musisi-musisi ternama nasional maupun internasional diantaranya Sandy Shandoro, Andre Hehanussa, Syaharani, Lala Suwages, Saykoji, Calvin Jeremi serta Jessica Manuputty dan Maurice Rugebregt dan Rafael Sinay dari Amsterdam pada 12 Desember 2020.

Selain menyuguhkan konser musik daring, AJPF 2020 juga menyajikan dialog "bakumpul dan bacarita" yang diisi pembicara ahli dari pemerintah kota Ambon, industri musik dan ekonomi kreatif.

Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy dalam dialog bakumpul dan bacarita menyampaikan apresiasi penyelengaraan  AJPF 2020.

"AJPF terakahir digelar pada 2012 dan sampai saat ini mengalami kevakuman yang cukup lama. Namun, kehadiran AJPF pada 2020 memberikan harapan baru pengembangan musik di kota Mbon, " katanya seperti dilansir Antara.

Richard mengharapkan kegiatan AJPF tidak hanya bersifat insedentil tetapi digelar setiap tahun sebagai respon penetapan Ambon sebagai kota musik dunia versi Unesco.

Penetapan Ambon kota musik dunia menjadi sumbangsih terbesar yang dimulai dari AJPF.

"Pelaksnaan AJPF 2011 kita mulai mendeklarasi Ambon sebagai kota musik, dan 2019 Ambon ditetapkan sebagai kota musik dunia, " ujar Richard.

Diakuinya, secara natural hampir seluruh pakar mengatakan kota Ambon memiliki potensi luar biasa terhadap musik tetapi harus dibarengi dengan kerja keras, karena masyarakat di kota ini dilahirkan dengan talenta mengalir dalam darah yakni DNA musik.

Di tingkat nasional banyak musisi terkenal yang memberikan kontribusi secara nasional berasal dari Ambon karena DNA bermusik.

"Sesuai harapan Asisten Deputi 7 Kemenparekraf , kita berharap musik juga akan menjadi kekuatan politik kedepan, artinya musik bisa juga menjadi sarana diplomasi yang positif, "tandasnya.

Dialog menghadirkan narasumber Asisten Deputi 7 Kemenparekraf Muhammad Amin, Dubes Indonesia untuk RRC dan Mongolia Djauhari Oratmangun, musisi berdarah Maluku Andre Hehanussa, Enteng Tanamal serta Tjut Nyak Deviana Daudsjah Tio. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto