logo

New Normal: Siswa Bina Amal Semarang Lakukan Gerakan Menanam Pohon

New Normal: Siswa Bina Amal Semarang Lakukan Gerakan Menanam Pohon

Ustad Drs.H. Agus Riyanto Selamet selaku Pembina Yayasan Wakaf Bina Amal menyerahkan bibit Matoa kepada pengelola SMP IT dan SMA IT Bina Amal Semarang disaksikan Kadinas LHK Jateng, Widi Hartanto, ST.MT (Ist)
02 Desember 2020 17:39 WIB
Penulis : AG. Sofyan

SuaraKarya.id - SEMARANG: Masih dalam suasana peringatan Hari Guru Nasional, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Yayasan Wakaf Bina Amal menggandeng Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (Aspasin) Jawa Tengah (Jateng) serta Kalia air mineral menghelat aksi sosial dengan tajuk: "Siswa Menanam Bersama Gubernur Jawa Tengah".

Aksi sosial berlangsung di lingkungan kompleks Sekolah Menengah Pertama (SMP) Islam Terpadu (IT) dan SMA IT Bina Amal, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.

Acara juga dihadiri langsung Kepala Dinas (Kadinas) Lingkungan Hidup Provinsi (LHK) Jawa Tengah, Muspika Gunungpati dan Pengurus Yayasan Wakaf Bina Amal.

Dalam sambutan Gubernur Ganjar Pranowo yang dibacakan Kadinas LHK, Widi Hartanto, ST.MT, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pihak sekolah yang mengadakan acara untuk mengedukasi dan memberikan motivasi seluruh siswa SMP dan SMA agar selalu menjaga bumi dengan menanam pohon, tanaman rumahan, menjaga, dan memeliharanya.

Harapannya dari Pak Gubernur Ganjar, kata Widi Hartanto, SMP IT dan SMA IT Bina Amal menjadi sekolah yang peduli tinggi terhadap lingkungan hidup. Bisa menjadi Sekolah Konservasi dan percontohan. Terlebih lingkungan Gunungpati sangat mendukung sebagai daerah hijau yang masih bebas polutan akan sangat baik bagi pengembangan suasana belajar-mengajar dan penyelamatan ekosistem alam.

Ustad Drs.H. Agus Riyanto Selamet selaku Pembina Yayasan Wakaf Bina Amal mengatakan beberapa jenis tanaman yang ditanam pada kesempatan tersebut adalah Tabebuya sebanyak dua puluh lima pohon, Salam ada dua puluh pohon, Matoa sejumlah tiga puluh pohon, rambutan ditebar dua puluh lima pohon dan mangga yang ditanam lima belas pohon.

Kegiatan kolaborasi siswa, yayasan, ustad, dan ustadzah beserta pihak swasta serta pemprov antusias berjalan dengan lancar dengan tetap mengikuti Protokol Kesehatan (Prokes) sebagai persyaratan mutlak mengindari penularan Covid-19 dan memutus adanya klaster baru di lingkungan sekolah. Mereka tetap mematuhi dan menjalankan pesan Ibu 3 M, yakni memakai masker secara benar, menutupi hidung hingga dagu, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara rutin serta menjaga jarak dengan menghindar kerumunan.

Di penghujung acara bersama menanam pohon, para peserta disuguhi jajanan tradisional yang salah satu diantaranya adalah hasil bercicok tanam siswa dengan sajian kacang rebus, getuk, ketela rebus, dan jajanan lainnya serta buah segar.***

Editor : Laksito Adi Darmono