logo

Antisipasi Klaster Pilkada, Saksi Paslon Gibran-Teguh Dirapid Test

Antisipasi Klaster Pilkada, Saksi Paslon Gibran-Teguh Dirapid Test

Saksi dari pasangan calon Gibran-Teguh menjalani rapid test sebelum bertugas 9 Desember mendatang
02 Desember 2020 17:36 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Sebanyak 1.231 saksi dari pasangan calon (paslon) Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa, menjalani rapid test, Rabu (2/12/2020). Partai pengusung paslon tersebut yakni PDIP mewajibkan semua saksi yang akan bertugas sebagai saksi dalam Pilkada Solo 9 Desember mendatang dirapid test.

Rapid test dilaksanakan di tiga lokasi yakni di RSUD Ngipang, RSUD Bung Karno serta di Pendopo Pucangsawit. Menurut Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo, rapid test untuk para saksi dilakukan agar tidak terjadi klaster baru Covid-19.

"Saksi yang akan dirapid tidak perlu takut. Rapid dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya penularan virus Covid-19," jelas Rudy.

Jika nantinya hasil rapid tersebut ternyata reaktif maka yang bersangkutan diminta untuk beristirahat dan tidak boleh bepergian ke luar kota. Selain itu harus menambah imun tubuh dan berolahraga. Setelah tiga hari mereka yang reaktif akan di tes kembali.

"Kami ingin memberikan rasa aman dan nyaman bagi pemilih. Karena saya berprinsip Pemilu slamet wargone isoh ngliwet (Pemilu selamat, warganya bisa menanak nasi),"katanya.

Meskipun tidak ada aturan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait rapid test untuk para saksi, PDIP Solo tetap mewajibkan saksi untuk menjalani rapid test.

Wakil Ketua Pemenangan Gibran-Teguh Bidang Petugas Pemilu, YF Sukasno menambahkan pihaknya juga menyiapkan saksi cadangan jika ada saksi yang positif Covid-19.

"Tapi diharapkan tidak ada yang positif. Bagi reaktif kita rapid test lagi," kata Sukasno.

Rapid test yang dilakukan ribuan saksi paslon Gibran-Teguh tersebut juga sebagai bentuk Kepatuhan pada protokoler kesehatan.

Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Paslon Bagyo Wahyono- FX Supardjo (Bajo) Sigit Prawoso mengatakan pihaknya tidak memberlakukan rapid test untuk saksi paslon Bajo. Pihaknya beralasan tidak ada aturan terkait hal tersebut dari KPU. Meski tidak melakukan rapid test, mereka tetap berkomitmen untuk mematuhi protokol kesehatan saat bertugas sebagai saksi saat pencoblosan nanti. ***

Editor : Laksito Adi Darmono