logo

Cuaca Ekstrim, PLN Jatim Minta Masyarakat Melapor

 Cuaca Ekstrim, PLN Jatim Minta Masyarakat Melapor

21 November 2020 20:25 WIB
Penulis : Andira

SuaraKarya.id - SURABAYA: PLN mengimbau masyarakat Jawa Timur untuk waspada dan menjaga keamanan/keselamatan ketenagalistrikan saat memasuki musim penghujan dan cuaca ekstrim seperti sekarang. Masyarakat diminta melaporkan potensi bahaya agar gangguan akibat cuaca ekstrim itu juga tidak sampai mengganggu pasokan listrik.

Menurut Senior Manager Distribusi PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur, Adriansyah, cuaca ekstrim seperti angin kencang dan badai memicu pohon-pohon di dekat jaringan listrik yang rentan tumbang dan mengganggu pasokan listrik. "Kami meminta partisipasi dan keikutsertaan masyarakat untuk melaporkan potensi-potensi bahaya yang mungkin terjadi akibat cuaca ekstrim ini," ujarnya, Sabtu (21/11/2020).

Saat ini, jumlah gangguan tertinggi terjadi di beberapa daerah seperti Situbondo, Jember, Malang, Pacitan, Ponorogo dan Mojokerto. Di Desa Magersari, Tumpang, Malang misalnya, angin puting beliung dan pohon tumbang mengenai jaringan listrik bertegangan 20 KV pada tanggal 19 November pukul 10.00 WIB.

Imbasnya, 1 konstruksi Tegangan Menengah rusak/jatuh ke tanah dan total padam 6 gardu yang mensupplay sekitar 1100 pelanggan. Petugas yang terdiri atas 2 regu pemeliharaan, 2 regu pelayanan keandalan, dan 1 regu inspeksi langsung dikerahkan dan pada pukul pukul 14.50 WIB, seluruh pelanggan di wilayah Magersari, Tumpang sudah berhasil dinormalkan.

Tim PLN, kata Adriansyah, saat ini sedang menggiatkan piket mulai dari Unit Induk Distribusi, Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) hingga Unit Layanan Pelanggan (ULP) seluruh Jawa Timur, untuk menjaga jarak aman pohon dengan jaringan listrik. Bahkan sejak Oktober hingga saat ini, tim itu telah melakukan pemotongan pohon yang berpotensi menganggu jaringan listrik sebanyak 26.143 pohon.

Untuk mendukung kegiatan ini, pihaknya telah menyiagakan 906 personel dari seluruh unit di Jawa Timur. Mereka sudah dibekali dengan sarana dan prasarana perbaikan (peralatan kerja, kendaraan) dalam keadaan siaga dan prima.

Pihaknya mempersilakan masyarakat yang menemukan adanya potensi bahaya, untuk melaporkannya ke Contact Center PLN 123 atau ke Unit Layanan PLN terdekat. hingga saat ini, 114 Unit Layanan Pelanggan di Jawa Timur menggencarkan edukasi ke pelanggan dengan memberikan pamflet atau informasi melalui media radio, mulai dari jenis-jenis potensi bahaya hingga bagaimana pelanggan melindungi diri dari bahaya petir dan pohon tumbang.***

 

Editor : Gungde Ariwangsa SH