logo

Keluar Dari Persembunyiannya, Buronan Dibekuk

Keluar Dari Persembunyiannya, Buronan Dibekuk

Kejaksaan Agung
21 November 2020 17:01 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Perburuan terhadap buronan-buronan gencar terus dilakukan Tim Tabur tiap kantor Kejaksaan. Di samping demi kepastian hukum juga dikarenakan masih banyak buronan-buronan yang berkeliaran atau tidak bisa dibekuk selama ini.

Hal itulah yang dilakukan Tim Tabur Kejaksaan Agung bersama Tim Tabur Kejaksaan Negeri Makassar, Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Kejaksaan Negeri Barru. Mereka pun berhasil meringkus buronan perkara korupsi fasilitas Pelabuhan Awerangne Oenardi alias Ayong di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

"Buronan yang ditangkap Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Kejaksaan Negeri Barru kali ini merupakan buronan ke-113 di tahun 2020 oleh Tim Tabur Kejaksaan RI dari berbagai wilayah, baik kategori tersangka, terdakwa maupun terpidana," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Hari Setiyono sebagaimana dilansir Antara, Sabtu (21/22/2020).

Oenardi diciduk di rumah yang baru ditempatinya di Perumahan Taman Toraja Jalan Danau Poso Nomor 75 Kota Makassar tanpa perlawanan. Selanjutnya, dia dibawa ke Kejaksaan Negeri Barru dan dimasukkan ke Rutan Kelas II B Barru guna menjalani hukuman penjara sesuai putusan tersebut. Direktur PT Ardywira Primakarsa ini adalah terpidana dalam perkara korupsi pembangunan fasilitas Pelabuhan Awerangnge Tahap I Tahun Anggaran 2005 di Kabupaten Barru yang mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp300 juta.

Terpidana Oenardi diputuskan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama melanggar Pasal 3 UU Tipikor Jo. Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan dihukum dengan pidana penjara selama dua tahun sesuai dengan putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia (MARI) Nomor : 254 K/ Pid.Sus/ 2011 tanggal 27 Mei 2011.

Putusan Mahkamah Agung tersebut sesungguhnya sudah sejak lama hendak dilaksanakan jaksa pada Kejaksaan Negeri Barru sesuai isi putusan. Namun, terpidana Oenardi alias Ayong tidak kunjung memenuhi panggilan jaksa untuk hadir ke Kantor Kejaksaan Negeri Barru, kendati sudah dipanggil secara patut sebanyak tiga kali berturut-turut. Oleh karena itu Oenardi dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) atau dinyatakan buron.

"Melalui program Tabur ini, kami menyampaikan pesan bahwa tidak ada tempat yang aman bagi pelaku kejahatan yang sudah dimasukkan dalam DPO. Di mana pun bersembunyi akan dapat kami ringkus," kata Hari mengisyaratkan ketegasan pihaknya terhadap buron-buron yang selama ini bersembunyi entah di mana. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto