logo

Komisi IV DPR RI Dukung Kementan Kembangkan Porang

Komisi IV DPR RI Dukung Kementan Kembangkan Porang

Kunker Anggota Komisi IV DPR RI sekaligus pertemuan dengan petani porang di Kabupaten Madiun, Jumat (20/11/2020).
21 November 2020 12:24 WIB
Penulis : Laksito Adi Darmono

SuaraKarya.id - MADIUN: Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Hasan Aminuddin dan Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan), Suwandi melakukan kunjungan kerja sekaligus pertemuan dengan petani porang di Kabupaten Madiun, Jumat (20/11/2020). Kegiatan diawali dengan mengunjungi pabrik pengolahan porang di PT. Asia Prima Konjac di Desa Suwu Kecamatan Balarejo, Kabupaten Madiun.

Hasan mengatakan kehadiran di Madiun dalam rangka mengecek langsung dan pengawasan kegiatan pengembangan porang di lapangan dengan anggaran yang sudah digelontorkan senilai Rp 36 miliar. Kabupaten Madiun sendiri mempunyai potensi budidaya porang yang cukup bagus dan perlu variasi komoditas selain padi dan jagung. 

“Ada potensi luar biasa dengan porang ini. Sebelumnya saya pun awam dengan tanaman ini. Ekspor komoditas porang luar biasa melejit, kita terus support pengembangan budidaya,“ kata dia. 

Di tempat sama Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi mengatakan Kementan tengah fokus mengembangkan tanaman porang karena memiliki pasar ekspor yang sangat menjanjikan. Fokus pengembangam komoditas yang diminati pasar ekspor ini, sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Manfaat porang ini untuk chips kering, pati untuk mie, pasta, roti, kue, juga pakan dan organik. Porang mengandung glukomannan untuk pangan fungsional untuk anti obesitas, anti diabetes, anti kolesterol, farmasi dan kemasan biodegradable, ediblecoating, ediblefilm, media tanam, pupuk organik, jelly. Juga untuk industri kosmetik, pembalut, polimer. Porang diekspor ke China, Vietnam, Thailand, Laos, Taiwan, Jepang, Australia, Singapura, dan lainnya“ ujar Suwandi.

Dia mengatakan Kementan menggelontorkan anggaran pengembangan porang untuk Madiun cukup besar. Namun demikian, ia meminta petani agar setelah dapat alokasi anggaran, dilanjutkan dengan memanfaatkan fasiliras dana kredit usaha rakyat (KUR).

"Kami akan bergerak ke lokasi lain. Luasan lahan porang di Kabupaten Madiun adalah 25 persen dari nasional dan menjadi lokasi yang terbesar di Indonesia. Porang ini sudah di ekspor ke 16 negara, pada 2020 sebanyak 19.800 ton senilai Rp 880 miliar," ungkapnya.

Tanaman Porang (Amorphophallus Muelleri Blume) memiliki nilai strategis untuk dikembangkan karena punya peluang yang cukup besar untuk diekspor. Pangsa pasar produk olahan porang dalam bentuk chips, tepung, glukomannan dan olahan siap saji sangat tinggi. 

Berdasarkan informasi dari Badan Karantina Pertanian volume ekspor porang terbesar adalah ke China dengan total ekspor sampai 12 Oktober 2020, sebesar 8.675 ton.

Porang merupakan tanaman yang toleran dengan naungan 40% hingga 60%. Porang dapat tumbuh pada jenis tanah apa saja di ketinggian 100 sampai 600 mdpl. Bahkan, sifat tanaman memungkinkan dibudidayakan di lahan hutan di bawah naungan tegakan tanaman lain.

Harris, pelaku usaha industri porang mengatakan panen di Madiun bisa 15 ton per hektare dan harganya Rp 10.000 hingga Rp 14.000 per kilogram (kg). Porang 1 kg diolah dalam bentuk chips kering menjadi 15% nya dijual dengan harga Rp 80.000 per kg.

Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun Tontro Pahlawanto menuturkan porang adalah komoditi baru yang dikembangkan sebagai pangan alternatif dan sasaran ekspor. Porang saat ini sebagai komoditas andalan di Madiun dan tahun 2020 telah dilepas benihnya yaitu varietas Madiun-1. 

"Kami berharap bisa dipasarkan lebih luas lagi khususnya di Kabupaten Madiun ini," ujarnya.

Pada kesempatan ini hadir pula anggota Komisi IV DPR H. Mutahrom, Endang Thohari, Guntur Sasono, Ummi Yathul Chusna, Hamid Noor Yasin, Ibnu Multazam, H.Charles Meiksyah, Slamet Ariyadi dan Endro Purnomo. Anggota Komisi IV DPR sekaligus memberikan bantuan simbolis berupa, bibit porang, KUR, traktor roda 2, benih jagung, benih padi dan asuransi. 

Kementan pada tahun 2020 telah memasilitasi bantuan seluas 17.896 ha meliputi kegiatan pilot project bibit seluas 30 ha dan pengembangan bantuan pupuk 17.866 ha. Pelaksanaan kegiatan di 6 Provinsi meliputi Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Selatan. ***

Editor : Laksito Adi Darmono