logo

Kedisiplinan Protokol Kesehatan, Ketika Liburan Panjang Terpantau Labil

Kedisiplinan Protokol  Kesehatan,  Ketika Liburan  Panjang  Terpantau Labil

Ilustrasi
04 November 2020 18:13 WIB
Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - SORONG:  Dari Media Center  Satgas  Covid-19 Graha BNPB Jakarta, Rabu (4/11/2020), Dr. Dewi Nur Aisyah , dalam Talkshow yang dipandu dr Lula Kamal,  bersama wartawan  Ubahlaku  secara virtual  menjelaskan  tentang  kedisiplinan (kepatuhan) protokol  kesehatan  di  lokasi  Pariwisata pada libur panjang labil.

“ Kedisiplinan  wisatawan   memakai masker  ketika  liburan panjang di obyek wisata  fluktuatif  lebih pada   penurunan.Yaitu, bila dibandingkan dengan  hari libur  yang sama 2  minggu lalu masih lumayan baik,”kata  Kepala Bidang Data Dan Teknologi  Informasi Satgas Covid-19,  Dr. Dewi Nur Aisyah. 

Menurut catatan Dr. Dewi , terdapat 1.02.138 wisatawan  tersebar di 173.078 objek wisata  di  407 kabupaten-kota. Yakni,  pada  34 Perovinsi  di seluruh Indonesia yang menikmati  liburan panjang . Dijelaskan Dr. Dewi, liburan panjang dimaksud  terjadi pada 28 Oktober hingga  1 November 2020.

Dikatakan selama  5 hari sejak 28 Oktober hingga 1 November kepatuhan (disiplin) menggunakan masker tercatat  92,02 persen  dibanding  moment yang sama  pada dua minggu sebelumnya.

“Jadi, dalam waktu 5 hari tersebut  disiplin menggunakan masker , menjaga jarak dan mencuci tangan (3M)  mengalami  penurunan  sedikit, yakni 0,1 hingga  3 persen.

Situasi di lingkungan  lokasi wisata  terkadang membuka peluang agar pengunjung tak menjaga jarak. Semisal  sempitnya  areal  objek wisata atau topografi wilayah yang tidak datar. “Pokoknya, kepatuhan  menjaga jarak turun  hingga 1-5 persen dibanding  moment yang sama  pada  pekan-pekan sebelumnya,”kata Dr. Dewi.

Akibat ketidakpatuhan protokol kesehatan tersebut, Dewi  belum memastikan  statistik lonjakan  reaktif Covid-19  para pengunjung  pada libur panjang  pekan lalu.

Dikatakannya, terkait data  pihaknya belum dapat menyimpulkan  masih stabil atau  ada lonjakkan  kasus  Covid-19. Pasalnya, dampak libur panjang itu baru akan terlihat  dalam dua pekan mendatang terkait  pengunjung yang terinfeksi  virus Corona, demikian Dewi ***.