logo

Kementan Salurkan Varietas Inpari 42 Dukung Produksi Padi Landak

Kementan Salurkan Varietas Inpari 42 Dukung Produksi Padi Landak

Bupati Kabupaten Landak, Karolin Margret Natasa, turun langsung ke sawah tanam perdana padi varietas unggul Inpari 42 di desa Serimbu, Kecamatan Air Besar, Kamis (29/10/2020).
29 Oktober 2020 17:55 WIB
Penulis : Laksito Adi Darmono

SuaraKarya.id - MEMPAWAH: Kementerian Pertanian terus mengenjot produksi padi nasional melalui penggunaan benih padi unggul baru seperti Inpari 42. Benih Inpari 42 yang memiliki rasa pulen dan produtivitas tinggi ini, diharapkan dapat meningkatkan produksi padi khususnya di Kabupaten Landak, Kalimatan Barat.

Bupati Kabupaten Landak, Karolin Margret Natasa, mengaku sudah menyalurkan bantuan benih sebanyak 832 ton bantuan Kementerian Pertanian ke seluruh kecamatan di Kabupaten Landak. "Dua pekan lalu (10/10/2020) kita sudah salurkan," ucapnya saat menghadiri tanam perdana padi varietas unggul Inpari 42 di desa Serimbu, Kecamatan Air Besar, Kamis (29/10/2020).

Bupati berparas cantik itu, menambahkan fokus Kabupaten Landak saat ini adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pertanian, karena sebagaian besar masyarakat landak berprofesi sebagai petani.

"Dengan menanam varietas unggul ini diharapkan pendapatan petani dapat meningkat, yang selama ini hanya 1 ton bisa meningkat menjadi 5-7 ton Gabah Kering Panen (GKP)," tuturnya. 

Selain produktivitas tinggi padi, Inpari 42 memiliki umur tanam yang pendek hanya sekitar 112 hari dibandingkan varietas lain yang rata-rata berusia 120-130 hari, sampai panen.

"Dengan pemilihan varietas padi yang berumur pendek petani dapat menanam padi lebih dari sekali dalam 1 tahun. Petani pun dapat mendapat tambahan pendapatan lebih dari biasanya," ujar Karolin.

Dia pun optimis dapat mendukung target produksi padi provinsi Kalbar sebesar 1,58 juta ton Gabah Kering Giling (GKG).

Tercatat Kabupaten Landak periode Januari - Juni 2020 memroduksi beras sebanyak 29.498 ton, dan menempati posisi ke 5 kabupaten penghasil beras terbanyak di Kalbar.

“Saya berharap kedepan petani terus meningkatkan produktivitasnya, baik secara intensifikasi maupun ekstensifikasi. Untuk ektensifikasi saya minta petani bisa mulai menggarap sehingga lahan bisa produktif, dan memiliki nilai bertambah bagi petani,” tuturnya.

Senada dengan Bupati Karolin, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi mengatakan di saat pandemi Covid 19, ketahanan pangan menjadi hal penting. Ketersediaan pangan seperti beras menjadi prioritas untuk kebutuhan 267 juta masyarakat indonesia.

Suwandi optimis target produksi padi nasional akan terpenuhi bahkan surplus hingga akhir Desember 2020.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi beras tahun 2020 mencapai 31,63 juta ton atau naik dibanding tahun sebelumnya sebesar 31,31 juta ton (1 persen). Angka produksi tersebut diperoleh dari luas panen padi 2020 mencapai 10,79 juta hektare atau mengalami kenaikan 108,93 ribu hektare (1,02 persen) dibandingkan luas panen tahun 2019 yang sebesar 10,68 juta hektare.

BPS memperkirakan produksi padi 2020 sebesar 55,16 juta ton GKG (Gabah Kering Giling), naik 556,51 ribu ton, (1,02 persen) dibandingkan produksi 2019 yang sebesar 54,6 juta ton GKG.

"Berdasarkan data (Kerangka Sampel Area (KSA) BPS, produksi kita di tahun 2020 ini aman. Produksi beras kita 31,67 juta ton plus stok awal tahun 5,9 juta (panen 2019), sedangkan kebutuhan konsumsi untuk seluruh rakyat Indonesia 30 juta ton beras. Jadi semuanya aman dan hingga akhir tahun ini ada stok akhir 7 juta ton beras kurang lebih," kata dia.

Suwandi menambahkan surplus produksi beras ini tidak lepas dari peran penggunaan benih varietas unggul seperti Inpari 42. Dengan penggunaan benih padi varietas unggul diharapkan hasil panen petani dapat meningkat dan mampu meningkatkan nilai tambah bagi para petani di Indonesia. ***

Editor : Laksito Adi Darmono