logo

Seskab: Esensi Sumpah Pemuda Tak Luntur Akibat Pandemi Covid-19

Seskab: Esensi Sumpah Pemuda Tak Luntur Akibat Pandemi Covid-19

Pramono Anung (Screenshot video Setkab).
28 Oktober 2020 11:36 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA: Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menegaskan, esensi Hari Sumpah Pemuda ke-92 Tahun 2020 tak berkurang meski diperingati di tengah pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia dan dunia. 

“Kita tidak kehilangan esensi yang mendasar terhadap Sumpah Pemuda. Bahwa kita tetap bertumpah darah yang satu tumpah darah Indonesia, berbangsa yang satu bangsa Indonesia, berbahasa persatuan yang satu Bahasa Indonesia,” kata  Pramono Anung dalam tayangan video Sekretariat Kabinet di Setkab.go.id, Sabtu (28/10/2020).

Seskab Pramono Anung meyakini  Indonesia yang tengah memasuki masa bonus demografi, yang ditandai dengan proporsi penduduk usia produktif yang besar, bisa menjadi kekuatan besar bagi bangsa ke depan.

 “Dengan bonus demografi pemuda yang lebih besar maka sudah saatnya Indonesia menjadi bangsa yang juara,” kata Seskab Pramono merefleksikan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-92, yang jatuh pada hari Sabtu, 28 Oktober 2020.

Diungkapkan Seskab, pemuda mengemban tugas yang berat untuk menjadikan Indonesia lebih maju. Namun, ia meyakini para pemuda Indonesia mampu memikul tugas tersebut. “Perjalanan sejarah sudah membuktikan semakin kita ditempa, maka saya meyakini bangsa ini akan menjadi bangsa yang kuat,” ujarnya.

Menurut Seskab, Indonesia dibangun dari perbedaan yang juga menjadi kekuatan bangsa Indonesia. “Perbedaan-perbedaan yang dipersatukan, menjadikan Indonesia menjadi bangsa yang kuat," ucapnya.

Lebih jauh Seskab mengajak para pemuda untuk terus mengejar prestasi dan berkompetisi secara sehat. “Yang penting adalah badan sehat, pikiran sehat, prestasi yang sehat, berkompetisi yang sehat. Berbeda itu biasa, tetapi bersatu menjadi luar biasa,” ungkapnya.

Menanggapi maraknya hoaks dan disinformasi yang beredar saat ini, Seskab meyakini para pemuda mengetahui bahwa informasi yang diterimanya adalah palsu atau tidak. “Perjalanan sejarah sudah membuktikan semakin kita ditempa, saya meyakini bangsa ini akan menjadi bangsa yang kuat,” kata Pramono.

Seskab mengatakan, Indonesia memiliki pengalaman yang panjang dan dibangun dari perbedaan. Perbedaan-perbedaan yang dipersatukan, menjadikan Indonesia menjadi bangsa yang kuat. “Berbeda itu biasa, tetapi bersatu menjadi luar biasa,” katanya. 

Seskab juga mengajak para pemuda untuk bersatu memproteksi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan dari pandemi Covid-19 dengan cara masing-masing. Salah satu cara yang dilakukan Seskab adalah dengan rajin berolahraga.

“Saya hampir setiap hari bersepeda minimal 25 kilometer. Saya yakin dengan setelah salat subuh saya bersepeda, saya menjaga diri saya sendiri. Alhamdulillah sampai hari ini, lingkungan tempat saya bekerja dan kemudian saya sendiri, saya bisa memproteksi dari pandemi COVID-19,” ucapnya.

Selain menjaga kesehatan badan, menurut Seskab, yang tidak kalah penting adalah  menjaga kesehatan pikiran. “Yang penting adalah badan sehat, pikiran sehat, prestasi yang sehat, berkompetisi yang sehat. Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-92," ujarnya. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto