logo

Ketum Golkar: UU Cipta Kerja, Kebijakan Demokratis Pertama Era Reformasi

Ketum Golkar: UU Cipta Kerja, Kebijakan Demokratis Pertama Era Reformasi

Airlangga Hartarto bersama para elite Golkar. (Screenshot Youtube)
25 Oktober 2020 07:36 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA: Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyebut Undang-Undang (UU) Cipta Kerja (Omnibus Law) sebagai terobosan historis yang dibuat secara demokratis tanpa paksaan dari pihak mana pun.

Yang menarik, kata Airlangga, UU Cipta Kerja adalah kebijakan pertama yang dibuat secara demokratis tanpa paksaan di era Reformasi. UU ini merupakan hasil kerja sama berbagai pihak yaitu pemerintah, DPR RI dan elemen masyarakat.

"UU Cipta Kerja adalah sebuah terobosan historis, sebab untuk pertama kalinya reformasi ekonomi dilakukan melalui lembaga perwakilan yang demokratis, tanpa desakan dan paksaan siapa pun juga," kata Airlangga dalam pidatonya secara virtual pada acara puncak HUT Ke-56 Partai Golkar, Sabtu (24/10/2020).

"Saya tegaskan kembali terobosan demokratis tanpa paksaan atau tekanan dari mana pun," ucap Airlangga menambahkan.

Airlangga mengatakan UU Cipta Kerja dinilai dapat membuat Indonesia memiliki perekonomian tertinggi di Asia dalam beberapa tahun ke depan. Oleh sebab itu, ia pun meminta kadernya agar mengapresiasi pengesahan UU Cipta Kerja.

"Menurut data dari Bank Dunia, dan lembaga lain, di negara-negara Asia, pemulihan dan prospek ekonomi Indonesia berada dalam kategori terdepan. Bahkan, dalam dua atau tiga tahun mendatang, kebangkitan kembali ekonomi Indonesia diperkirakan akan menjadi salah satu yang tertinggi di tingkat Asia," ujar Airlangga.

"Tentu saja, semua itu tidak akan datang dengan sendirinya. Kita harus bekerja keras dalam mewujudkannya. Dalam konteks inilah, pengesahan UU Cipta Kerja oleh DPR sangat perlu diapresiasi," ungkapnya pula.

Menko Perekonomian RI ini mengatakan UU Cipta Kerja adalah wujud dari kesadaran bangsa Indonesia. Terlebih, di masa pandemi COVID-19 ini, pemulihan kesehatan dan kesejahteraan tak bisa ditawar.

"Terobosan besar ini adalah wujud dari kesadaran kita, sebagaimana yang sering ditegaskan oleh Presiden Jokowi, bahwa pemulihan kesehatan, kemajuan dan kesejahteraan Indonesia tidak bisa ditawar. Adalah tugas mulia bagi kita semua untuk mencapainya, sesuai dengan semangat zaman yang terus berubah dan berkembang," ujarnya.

Ciptakan Lapangan Kerja

Airlangga mengatakan setiap tahun ada sekitar 3 juta anak muda Indonesia yang lulus SMA/SMK dan Perguruan Tinggi. Kemudian, ada sekitar 13 juta penduduk Indonesia yang menganggur.

Airlangga menilai besarnya jumlah orang yang membutuhkan lapangan pekerjaan menjadi alasan dibutuhkannya reformasi dan restrukturisasi perekonomian. 

Menurut dia, terobosan melalui UU Cipta Kerja dan peran aktif dari semua pihak dapat mengatasi masalah lapangan pekerjaan tersebut.

"Insya Allah, di tahun-tahun mendatang, dengan terobosan baru UU Cipta Kerja, serta dengan peran aktif semua pihak, Indonesia akan berhasil mengatasi tantangan besar ini," ujarnya.

Lebih jauh Airlangga mengatakan, kehadiran UU Cipta Kerja akan membuka kesempatan luas bagi semua pihak untuk berusaha, khususnya dalam sektor Usaha Kecil dan Menengah (UMKM).

"Kita ingin bergerak lebih cepat lagi dalam mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia," ucapnya. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto