logo

Jokowi: Indonesia Percepat Proses Uji Klinis Vaksin Merah Putih

Jokowi: Indonesia Percepat Proses Uji Klinis Vaksin Merah Putih

Foto: Screenshot Instagram
24 Oktober 2020 23:21 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan saat ini Indonesia tengah berupaya mempercepat proses uji klinis kandidat vaksin Covid-19 dan produksi massal vaksin Merah Putih.

Hal itu disampaikan Jokowi dalam pidato di acara webinar 'Tasyakuran HUT IDI ke-70' yang disiarkan langsung di Youtube PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Sekretariat Presiden, Sabtu (24/20/2020).

Sejak pagi hari, Jokowi sudah mengunggah ucapan Selamat Hari Dokter Nasional di akun pribadi Instagramnya, @jokowi.

Menurut Jokowi, pandemi Covid-19 jadi momentum bagi bangsa Indonesia untuk menguatkan ketahanan kesehatan atau health security dan kapasitas pelayanan kesehatan. 

"Kita harus pakai cara-cara luar biasa untuk mengeliminasi penyakit menular dan tidak menular, penurunan stunting, imunisasi lengkap bayi," katanya.

Jokowi mengatakan, pandemi Covid-19 telah memberikan banyak pelajaran bagi pemerintah untuk segera memperbaiki berbagai kelemahan, khususnya di sektor kesehatan.

"Situasi sulit yang sedang kita hadapi, (kita) gunakan sebagai momentum untuk melakukan tranformasi, termasuk reformasi sistem kesehatan di negara kita," ucapnya.

Lebih jauh Jokowi menyatakan dalam reformasi sistem kesehatan,  hal yang perlu diperkuat ialah dari sisi pencegahan. Orientasi pada pencegahan penyakit dan pola hidup sehat adalah yang utama untuk promotif dan preventif dari sektor non-kesehatan.

Selain itu, kesadaran dan kedisplinan dari masyarakat serta dukungan dari organisasi sosial keagamaan sangatlah dibutuhkan dalam reformasi sistem kesehatan.

"Pada saat yang sama penguatan kapasitas SDM kesehatan, pengembangan RS dan balai-balai kesehatan serta industri obat-obatan dan alat kesehatan harus terus dilakukan," ujarnya.

Selama pandemi Covid-19, kata Jokowi, telah banyak inovasi yang dikembangkan oleh peneliti dan inovator di dalam negeri.

"Rapid diagnostic test, emergency ventilator, mobile lab biosafety yang dilengkapi dengan PCR, penggunaan artificial intelligence untuk penegakan diagnostic Covid-19, dan aplikasi Covid-19 track untuk membantu dokter memantau mobilitas pasien," ujarnya.

Gerbong Reformasi Kesehatan

Secara khusus Presiden Jokowi menekankan pentingnya kerjasama antar-lembaga untuk meningkatkan kesehatan masyarakat di Indonesia. 

Menurut Jokowi, IDI yang sudah memiliki dedikasi tinggi melayani masyarakat selama 70 tahun tidak bisa berjalan sendiri, namun sangat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak lain.

Presiden yakin dalam perjuangan panjang itu, IDI tidak bisa sendirian. IDI berada dalam ekosistem yang di dalamnya ada lembaga pendidikan, ada profesi-profesi lain, ada industri, dan sebagainya.

"Ini memerlukan sinergi dan kerja sama yang erat, sehingga apa yang menjadi tujuan IDI akan bisa tercapai," katanya.

Karena itu, semua pihak harus bisa bekerjasama serta menghilangkan egosentris antar lembaga masing-masing demi mewujudkan Indonesia sehat.

"Bekerja dalam ekosistem kesehatan, sudah saatnya kita menghilangkan egosentrisme lembaga. Tidak ada lembaga yang lebih penting dari yang lain, tidak ada lembaga yang lebih super dibanding yang lain. Semuanya penting, semuanya super, jika masing-masing mau bekerjasama," ucapnya pula.

Dengan adanya pandemi ini tambahnya, banyak pelajaran dan kelemahan yang harus dilakukan perbaikan ke depan. Presiden pun  berharap agar IDI ke depan bisa menjadi bagian dalam reformasi kesehatan.

Namun, Presiden mengingatkan bahwa keberhasilan reformasi sistem kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kerja pemerintah saja tapi butuh dukungan berbagai pihak.

"Saya berharap IDI menjadi bagian dalam gerbong reformasi sistem kesehatan. Keberhasilan reformasi ini tidak ditentukan oleh kerja pemerintah semata, tapi memerlukan dukungan penuh dari organisasi profesi dan juga masyarakat," ungkapnya. ***

Editor : Laksito Adi Darmono