logo

Kesadaran Perubahan Iklim Jadi Concern Alumni Erasmus Indonesia

Kesadaran Perubahan Iklim Jadi Concern Alumni Erasmus Indonesia

17 Oktober 2020 23:21 WIB
Penulis : AG. Sofyan

SuaraKarya.id - JAKARTA: Acara tahunan Erasmus Days di tahun 2020 ini kembali dihelat di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Erasmus Days adalah kegiatan para alumni penerima beasiswa Erasmus untuk memberikan inspirasi bagi para pelajar lainnya tentang manfaat beasiswa ini.

Di tengah pandemi Covid-19, para alumni melakukan berbagai kegiatan secara virtual dengan mengangkat tema “Act Today for Our Tomorrow”.

Hans Farnhammer selaku Kepala Kerjasama Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia yang hadir mewakili Vincent Piket sebagai Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia mengatakan kebanggaannya terhadap semangat para alumni Erasmus dalam memberikan sumbangsihnya bagi kemajuan Indonesia dan sekaligus mempromosikan program beasiswa ini walaupun meghadapi krisis kesehatan dalam situasi pandemi saat ini.

"Kami percaya pada potensi dan kiprah ribuan alumni Erasmus di Indonesia untuk turut memecahkan masalah-masalah global," ujar Hans Farnhammer di Jakarta, Sabtu (17/10/2020).

Hans  meyakinkan generasi muda Indonesia meskipun dunia sedang dilanda pandemi, tetapi dunia pendidikan tetaplah bergairah dan dinamis. Uni Eropa tetap membuka kesempatan seluas-luasnya bagi para pelajar di Indonesia untuk menempuh pendidikan tinggi di berbagai negara Eropa.

"Kami ingin pelajar Indonesia tetap dapat menikmati manfaat beasiswa Erasmus, meski tentu perlu beradaptasi dengan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh tiap-tiap negara,"tandasnya.

Dalam kesempatan iru Hans Farnhammer juga merespon isu perubahan iklim global agar alumni Erasmus ikut berperan aktif dan positif dalam isu internasional ini.

“Baru-baru ini EU meluncurkan Perjanjian Hijau Eropa (European Green Deal), yaitu sebuah rencana masa depan yang berkelanjutan dan bertujuan untuk menjadikan Eropa sebagai benua dengan iklim netral pada tahun 2050. Peran generasi muda dalam mengatasi masalah lingkungan dan perubahan iklim sangatlah penting. Karena itu, Erasmus Days diharapkan menjadi momentum yang tepat dalam melakukan aksi nyata,” imbuhnya.

Hanif Falah selaku Country Representative of Erasmus Mundus Association Indonesia menjelaskan para alumni datang dari berbagai latar belakang pendidikan yang berbeda dan bertemu untuk berdiskusi bersama bagi perubahan yang lebih baik.

Salah satu isu yang penting dan genting untuk didiskusikan adalah isu lingkungan terutama perubahan iklim. Menurutnya, isu perubahan iklim merupakan isu lintas sektoral sehingga memerlukan pencarian solusi berbasis sektoral juga. Para alumni yang mempunyai latar belakang berbeda diharapkan mampu berkontribusi di bidang masing-masing baik melalui pekerjaan atau inisiatif sosial,

”Secara pribadi, Beasiswa Erasmus telah memberikan saya kesempatan untuk melihat lebih dalam tentang studi dan karir yang saya ambil di bidang pembangunan dan kebijakan publik,” ungkap Hanif.

Alumni Erasmus lainnya, Sekar Sari, menuturkan pengalamannya. “Setelah lulus kuliah Hubungan Internasional di Universitas Gadjah Mada, saya bertekad memperdalam seni dan diplomasi budaya. Saya beruntung mendapat beasiswa Erasmus, dan menjadi mahasiswa pertama asal Indonesia yang mengambil jurusan Master of Art di Choreomundus-International Master on Dance Knowledge, Practice, and Heritage,“ ungkap peraih Indonesian Movie Awards 2016 ini.

Sekar bercerita bahwa proses belajar di Choreomundus mendorong dirinya untuk bisa menggali lagi seni budaya khususnya melalui praktik seni peran dan seni tari beserta aspek di sekitarnya termasuk pengkajian seni budaya yang komprehensif dan menjadikan seni budaya sebagai strategi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

"Jika kekayaan seni budaya Indonesia saya ibaratkan sebagai ‘buah-buahan’, maka tekad saya menempuh pendidikan lanjutan di negara-negara Eropa melalui program Erasmus+ adalah untuk menguasai ‘pisau analisis’ agar dapat memanfaatkan potensi seni budaya Indonesia seoptimal mungkin bagi kehidupan sosial dan pembangunan nasional negeri kita." ucapnya.

Erasmus Days tahun ini menghadirkan nara sumber dari Eco Camp dan Waste Solution Hub yang berbagi praktik baik seputar pengelolaan sampah sebagai bentuk upaya mitigasi iklim. Erasmus Days juga mengetengahkan diskusi tentang peranan generasi muda Indonesia dalam mengantisipasi perubahan iklim, memberikan informasi mengenai beasiswa Erasmus, untuk membuka kesempatan kepada lebih banyak mahasiswa Indonesia memperoleh manfaat beasiswa Erasmus.

Lebih dari 1.900 mahasiswa Indonesia telah menuntaskan studi mereka di negara-negara Eropa melalui program beaiswa Erasmus. Selain memberikan manfaat studi ke Eropa bagi mahasiswa Indonesia, beasiswa ini juga memberikan kesempatan bagi lebih dari 500 mahasiswa dan dosen asal Eropa untuk menempuh pendidikan jangka pendek atau mengajar di berbagai universitas di Indonesia.***

Editor : Markon Piliang