logo

Selangkah Lagi, Permensos ATENSI Akan Disahkan

Selangkah Lagi,  Permensos ATENSI Akan Disahkan

Dirjen Rehsos Kemensos Harry Hikmat.(foto,ist)
17 Oktober 2020 10:50 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA; Peraturan Menteri Sosial (Permensos) tentang Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) sudah masuk dalam tahap harmonisasi. Permensos tentang ATENSI tinggal selangkah lagi untuk segera ditandatangani.

Hal itu dikemukakan Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial (Dirjen Rehsos Kemensos) Harry Hikmat, saat memberikan arahan dalam kegiatan Finalisasi Pedoman Operasional ATENSI penyandang disabilitas, di Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (15/10/2020).

"Permensos tersebut merupakan penyederhanaan dari 13 Permensos yang terkait dengan rehabilitasi sosial di 5 cluster,” terangnya.

Dikatakannya, setiap tahun ada 1500 Peraturan Menteri (Permen) yang dikeluarkan. Di Ditjen Rehsos sendiri ada 13 Permensos. Permensos Rehabilitasi Sosial nantinya mejadi payung hukum bagi ATENSI.

Permensos, lanjutnya, diterbitkan untuk mengendalikan program dan kegiatan yang menjadi otoritas kementerian. Kemensos melalui Ditjen Rehsos melakukan finalisasi pedoman operasional ATENSI penyandang disabilitas.

Di bagian lain, Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Eva Rahmi Kasim menyatakan, pedoman operasional ATENSI penyandang disabilitas itu nantinya akan menjadi pedoman bagi balai, Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) dan Ditjen Rehsos terkait rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas.

Eva menjelaskan, pemerintah memiliki platform UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. UU tersebut memandatkan penghormatam, perlindungan dan pemenuhan hak-hak penyangdang disabilitas.

“Arah kebijakan ini dituangkan dalam rehabilitasi sosial yang langsung dan tidak langsung. Rehabilitasi sosial yang langsung misalnya UU Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial. Pelaksanaan rehabilitasi sosial sendiri banyak bentuknya termasuk ATENSI,” ungkapnya.

Bentuk layanan ATENSI bagi penyandang disabilitas berbasis pada keluarga, komunitas dan residensial. “Dengan platform baru, layanan di balai (residensial) menjadi pilihan terakhir,” lanjut Eva.

Pekerja sosial (Peksos), lanjutnya, tidak hanya datang ke balai saja, tetapi juga bisa datang ke rumah-rumah atau lembaga lain seperti YPAC. ATENSI layanan disabilitas berbasis keluarga, komunitas dan masyarakat.

Adapun intervensi yang diberikan mencakup pemenuhan kebutuhan dasar, terapis, pendataan untuk tumbuh kembang anak, konseling, _family support_ dan terintegrasi pula dengan program lain. Seperti dengan program perlindungan jaminan sosial (Linjamsos) lewat PKH disabilitas serta BPJS Kesehatan untuk akses PBI.

“Fungsi balai jadi luas seperti melakukan edukasi, informasi dan pendataan,” lanjut Eva. Saat ini, ujarnya, Kemensos memiliki 19 balai (UPT) untuk penyandang disabilitas.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto