logo

Menko PMK: Peran Ilmuwan Sosial Di Masa Pandemi Sangat Strategis

 Menko PMK: Peran Ilmuwan Sosial Di Masa Pandemi Sangat Strategis

Menko PMK Muhadjir Effendy.(foto,ist)
27 September 2020 23:35 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Peran ilmuwan sosial di masa pandemi Covid-19 ini sangat strategis. Apalagi di masa pandemi ini, berbagai aspek perilaku masyarakat banyak yang berubah.

Demikian dikemukakan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, dalam Rapat Kerja Nasional HIPIIS tahun 2020, yang dihadiri jajaran pengurus HIPIIS dan para ilmuwan sosial, di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), di Jakarta, Sabtu (26/9/2020).

Menko PMK, yang juga Ketua Himpunan Indonesia untuk Perkembangan Ilmu-ilmu Sosial (HIPIIS) periode 2017-2019 ini menuturkan, beberapa perubahan mendasar perilaku masyarakat terjadi. Seperti penggunaan masker sebagai hal yang wajib, dan penyemprotan disinfektan di ruang-ruang publik, untuk mengatasi virus yang tidak ada wujudnya.

"Kajian ilmu sosial sangat bermanfaat untuk mempelajari bagaimana kondisi chaos, kondisi abnormal, dan kondisi yang tidak wajar ini dalam berbagai aspek kehidupan manusia," tuturnya.

Di masa pandemi juga terjadi perubahan besar pada aspek kehidupan masyarakat. Misalnya saja, sebut dia, perubahan pola belajar mengajar di sekolah atau universitas, yang sebelumnya dilakukan secara tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh.

Selain itu, pandemi juga mengubah target-target pembangunan nasional, khususnya pada sektor pembangunan manusia, yang saat ini lebih terfokus pada aspek penanganan virus Covid-19. Padahal, ungkap Menko PMK, banyak juga aspek lain yang penting untuk diperhatikan.

Seperti penanganan stunting, penanganan penyakit Tuberculosis (TB) dan Demam Berdarah (DBD), yang jumlah pengidapnya terus ada dan bertambah setiap tahun. Mengambil pelajaran dari pandemi, dikatakannya, saat ini pemerintah mulai mengubah strategi pembangunan kesehatan dari strategi kuratif (penyembuhan) menjadi strategi promotif (peningkatan kesehatan).

"Di masa pandemi ini, kita menyadari sehat itu benar-benar mahal. Strategi di balik itu, kita tengah berusaha untuk mengubah dari strategi kuratif menjadi strategi promotif dalam kesehatan. Karena ongkos untuk mencegah lebih murah dari mengobati," terangnya.

Pada kesempatan itu, Menko PMK Muhadjir Effendy juga menyerahkan tampuk Ketua HIPIIS kepada Aidul Fitriciada Azhari, yang menjabat sebagai ketua untuk periode 2019-2021. Dia mengatakan, HIPIIS dan ilmuwan sosial akan memiliki peran penting sebagai penentu dan perumus kebijakan nasional di masa kini dan masa yang akan datang.

"Saya melihat HIPIIS masih punya masa depan. Kita berharap HIPIIS bisa menjadi media menjadi sarana untuk memberikan ruangan yang luas yang bermakna sebagai ilmuwan sosial untuk terlibat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ini," ungkap Menko PMK.

Editor : Gungde Ariwangsa SH