logo

Ketum PBSI Banten Calonkan Diri, Pengkot/Pengkab Diintervensi

Ketum PBSI Banten Calonkan Diri, Pengkot/Pengkab Diintervensi

Foto: Istimewa.
27 September 2020 19:25 WIB
Penulis : Markon Piliang

SuaraKarya.id - JAKARTA: Menjelang berlangsungnya Musyawarah Nasional (Munas) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) November mendatang, persaingan seputar calon ketua umum mulai memanas. Bahkan ada indikasi persaingan tidak sehat dengan mengintervensi salah satu Pengurus Provinsi lantaran Ketua Umumnya maju mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PP PBSI.

Ketua Umum Pengprov PBSI Banten Ari Wibowo mengaku ada kompetisi yang tidak sehat seputar pencalonan dirinya sebagai Bakal calon Ketua Umum PP PBSI pada Munas yang rencananya akan berlangsung November mendatang. Cara yang digunakan adalah mempengaruhi Pengkot/Pengkab PBSI yang ada di Provinsi Banten untuk melakukan Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) PBSI Banteng untuk mengganjal Ari Wibowo.

“Ada upaya untuk ‘mengamputasi’ saya dengan cara-cara yang tidak sehat. Pengkot/Pengkab PBSI dihasut dan dipengaruhi dengan  mendesak diadakannya Musprovlub PBSI Banten untuk menggulingkan saya. Maksudnya dengan pergantian ketua umum Pengprov PBSI Banten sebelum Munas maka saya sudah tidak dapat maju mewakili PBSI Banten,” kata Ari Wibowo kepada wartawan di Tigaraksa, Banten, Minggu (27/9/2020).

Ari menjelaskan, masa kepengurusannya baru akan berakhir pertengahan Desember 2020. Sebelumnya delapan Pengkot/Pengkab PBSI yang ada di provinsi Banten sepakat mendukungnya untuk maju sebagai bakal calon ketua umum PP PBSI. Tapi di tengah jalan ada pihak-pihak tertentu yang mengintervensi, sehingga dukungan yang tadinya datang dari delapan Pengkot/Pengkab tinggal dua yang masih setia mendukungnya.

“Jadi dari pihak kompetitor mungkin mereka merasa tidak bisa mempengaruhi saya agar tidak maju, kemudian mereka menggunakan kaki-kaki di tingkat Pengkot dan Pengkab untuk mengamputasi saya. Sekarang yang saya rasakan amputasi itu bukan lagi sebatas di kaki tapi sudah sampai ke perut,” lanjut pengusaha muda di bidang perkayuan ini.

Ari menyebutkan, upaya yang dilakukan untuk mengganjal pencalonan dirinya adalah dengan diundangnya sejumlah Pengkot/Pengkab PBSI Banten ke Hotel Ayana Midz Plaza. Sejak pertemuan dengan oknum-oknum dari luar provinsi Banten itu, para ketua Pengkot/Pengkab yang tadinya mendukung Ari balik meninggalkannya dan mendesak diadakannya Musprovlub.

“Perubahan itu cepat sekali. Seperti membalik telapak tangan saja. Ini sangat saya sayangkan, karena kita di Pengprov sedang berusaha mengembangkan pembinaan bulutangkis di Provinsi Banten dengan membangun fasilitas gedung baru 16 lapangan di Tigaraksa. Seharusnya teman-teman di Pengkot/Pengkab maju bersama dengan saya meningkatkan prestasi bulutangkis di Banten,” ucap Ari lagi.

Sementara itu Ketua Pengkab PBSI Serang H Suhari menegaskan bahwa tidak akan ada Musprovlub menjelang Munas PBSI. Menurut dia etika berorganisasi harus didahulukan. Oleh karena itu pihaknya akan terus mengadakan konsolidasi ke dalam untuk menyatukan satu visi Pengprov PBSI Banten dengan pengurus di tingkat bawah.

“Musprovlub itu memang dibolehkan dalam AD/ART PBSI. Tapi itu bukan jalan terbaik untuk menyelesaikan persoalan yang ada di organisasi PBSI Banten,” katanya.

Ia mengatakan dalam waktu dekat ini akan digelar pertemuan dengan delapan Pengkot/Pengkab guna mengurai benang kusut yang terjadi di PBSI Banten. Karena menurut Suhari banyak salah persepsi yang perlu diluruskan untuk mencari penyelesaian terbaik.

“Kadang-kadang salah persepsi itu muncul karena asumsi. Misalnya orang berjalan satu kelompok, tiba-tiba salah seorang kepengen buang air kecil lalu mencari tempat kencing. Karena salah persepsi dikira dia itu membelot. Kira-kira begitulah kejadiannya,” kata Suhari menambahkan. ***

 

Editor : Markon Piliang