logo

Kampanye, Gibran Gunakan Virtual Box Campaign, Bajo Door To Door

Kampanye, Gibran Gunakan Virtual Box Campaign, Bajo Door To Door

Gibran-Teguh menggunakan alat berupa virtual box campaign untuk kampanye online
26 September 2020 19:31 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Pasangan calon (Paslon) Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa akan memaksimalkan kampanye daring untuk menghindari pengumpulan massa. Agenda blusukan yang selama ini telah dilakukan Gibran akan terus dilakukan tetapi secara online.

Untuk melakukan blusukan online tersebut, Gibran-Teguh menggunakan alat berupa virtual box campaign. Melalui alat tersebut Gibran akan tetap bisa berinteraksi dengan masyarakat meskipun secara virtual.

"Dibanyakin blusukan onlinenya, kita datangi warga satu persatu, dari rumah ke rumah dari pintu ke pintu. Blusukan online bisa interaksi secara langsung, mereka bisa memberikan kritikan, masukan dan mendengarkan visi misi secara langsung melalui online," jelas Gibran kepada wartawan seusai deklarasi kampanye damai dan penandatanganan pakta integritas, Sabtu (26/9/2020).

Menurut putra sulung Presiden Joko Widodo itu, warga yang tidak memiliki jaringan internet maupun smartphone tetap bisa berinteraksi karena tim dengan alatnya yang mendatangi mereka.

"Yang tidak punya internet, smartphone tenang saja. Kampanye blusukan online kita yang akan mendatangi. Kita ingin warganya sehat, tidak ingin ya amit-amit ada klaster baru," katanya.

Hal ini juga untuk mewujudkan slogan Pemilune Slamet, Wargane Iso Ngeliwet (Pemilunua selamat, warga bisa menanak nasi). Menurut teknisi alat virtual box campaign, Chandra, alat tersebut menggunakan daya baterai/aki, dengan inverter yang bisa menghidupkan tv, sound, laptop.

"Alat ini  portabel, bisa dibawa kemana-mana sehingga tidak membutuhkan daya listrik,” jelasnya.

Lebih lanjut Chandra mengungkapkan kelebihan virtual box campaign ini adalah sebagai sarana mengurangi tatap muka. Sementara itu, pasangan Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo) memilih melakukan kampanye door to door dan online.

Menurut Bagyo, kampanye tatap muka tetap dilakukannya untuk membangun chemistry antara masyarakat dengan calon pemimpinnya.

"Kita dua-duanya dipakai, online dan door to door. Medianya apa? Kita punyanya cuma stiker jadi semampu kita. Konser digital tidak mungkin karena butuh biaya," ujar Bagyo.

Disinggung juru kampanye yang akan didatangkan, Bagyo mengungkapkan juru kampanye dari rakyat biasa. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto