logo

Bicara Angka, Angka Bicara

Bicara Angka, Angka Bicara

21 September 2020 00:01 WIB

SuaraKarya.id -  

Oleh: Dr Edy Purwo Saputro, SE, MSi

Memahami statistik bukan sekedar melihat deretan angka, baik dalam bentuk kolom atau lajur. Terkait hal ini melek statistik sepertinya menjadi sangat penting meski hal ini telah banyak diamini di mayoritas daerah industri – maju, sementara kasus di banyak negara kelompok miskin – berkembang cenderung belum familier dengan statistik.

Oleh karena itu, BPS sebagai subyek dan pemain utama dari statistik berkepentingan untuk memacu agenda literasi dan edukasi secara sistematis dan berkelanjutan sehingga kedepan publik tidak lagi merasa asing dengan deretan angka statistik yang disusun oleh BPS. Realita di kehidupan keseharian memang sejatinya tidak bisa terlepas dengan statistik, misalnya di ramalan cuaca, fluktuasi harga sembako, pergerakan nilai tukar mata uang, inflasi, UMR – UMP, jumlah dan sebaran kependudukan, dan lain-lain.

Keberagaman hasil statistik secara tidak langsung menegaskan bahwa deretan angka dari hasil statistik sebenarnya memberikan makna atau bisa disebut bicara angka dan angka bicara. Jadi tidak ada deretan angka tanpa makna jika angka-angka itu adalah rumusan hasil statistik. Di sisi lain tentu tidak bisa mengabaikan bahwa hasil dari angka-angka itu diperoleh dengan banyak cara, termasuk misalnya yang paling jamak dilakukan adalah dengan sensus dan atau survei. Terkait hal ini perlu diinformasikan bahwa di tahun 2020 ini ada hajatan 10 tahunan yaitu sensus penduduk. Esensi dari sensus penduduk tentunya bersikap makro karena tidak hanya mendata jumlah kependudukan secara kuantitas tapi juga kualitas termasuk juga sebarannya secara geografis dan demografis. Oleh karena itu sukses dari pelaksanaan sensus penduduk akan memberikan kemanfaatan makro, selain tentu pertimbangan strategis untuk pengambilan kebijakan dalam jangka panjang.  

Sukses dari pelaksanaan berbagai survei dan sensus yang dilakukan oleh BPS untuk bisa menghasilkan angka-angka statistik tidak bisa terlepas dari peran keterlibatan semuanya, mulai dari petugas survei - sensus itu sendiri, instrumen survei - sensus yang dipakai dan tentu keterlibatan aktif masyarakat karena mereka menjadi narasumber yang mewakili kondisi riil di lapangan. Jawaban dan kejujuran dalam menyampaikan informasi menjadi kunci dari sukses pelaksanaan serangkaian survei – sensus yang dilakukan oleh BPS dan tentu implikasinya bersifat jangka panjang. Setidaknya hal ini terlihat ketika pemerintah menyampaikan informasi detail yang menyangkut angka-angka kepada publik. Tidaklah bisa pemerintah hanya menyebut angka tanpa sadar darimana angka itu diperoleh sebab jika ini terjadi maka angka-angka itu tidak akan memberikan makna. Padahal, kebijakan yang akan diambil tentu tidak bisa mengabaikan dari esensi dari mana angka itu didapat. Jadi, menjadi penting untuk bisa memahami apa arti statistik dan juga bagaimana upaya untuk menjelaskannya sesuai kepentingan peruntukan dari angka-angka dari statistik itu.

Pemahaman diatas menegaskan bahwa bicara angka dan angka bicara merupakan proses untuk memahami arti dari statistik secara sistematis karena salah membaca angka justru akan mengakibatkan persepsian yang juga salah. Hal ini memberikan kesadaran tentang urgensi statistik di tengah booming data sehingga hasil statistik itu akan menjadi big data untuk membuat berbagai kebijakan strategis baik itu yang akan digunakan korporasi dan swasta atau pemerintah, baik di pusat atau di daerah. Kesimpulannya bahwa statistik saat ini menjadi sesuatu yang penting dan deretan angka-angkanya bukan sekedar angka saja tapi juga menjadi data yang sangat bermakna untuk banyak kepentingan yang strategis. ***

* Dr. Edy Purwo Saputro, SE, MSi - Dosen Pascasarjana di Universitas Muhammadiyah Solo
  Kantor: Jl. A. Yani, Tromol Pos 1, Solo 57102, Telp HP/WA: 081-5670-1515