logo

Tersangka Kasus Mutilasi LAS Pernah Aktivis Di Kampus

Tersangka Kasus Mutilasi LAS Pernah Aktivis Di Kampus

Tersangka LAS saat memperagakan adegan dalam rekonstruksi kasus mutilasi Renaldi. (Istimewa)
18 September 2020 20:34 WIB
Penulis : B Sadono Priyo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Fakta menarik terungkap dibalik kasus pembunuhan dan mutilasi Renaldi Harley Wusmanu (33). Dua orang yang terlibat kasus ini, yaitu Renaldi dan Laeli Atik Supriyatin alias LAS (27), merupakan lulusan perguruan tinggi ternama.

Korban Renaldi lulusan Sastra Jepang UGM Yogyakarta, sedangka tersangka pembunuhan LAS merupakan alumni FMIPA UI angkatan tahun 2012. Sedangkan pasangan Laeli, Fajri, namanya banyak disebut di medsos karena meninggalkan istrinya dan selingkuh dengan Laeli.

Fakta tersebut diketahui dari unggahan akun Twitter @DPM_UI terkait ucapan kepada Laeli Atik Supriyatin yang berhasil terpilih dalam tender PO Pemira UI 2014. Laeli mengambil jurusan Geografi jenjang S1 dan terdaftar di UI dengan Nomor Induk Mahasiswa 1206255601.

Sementara Rinaldi yang bekerja sebagai HRD perusahaan kontraktor PT Jaya Obayashi ini terdaftar UGM angkatan 2006.

Sementara itu, dari berbagai pengakuan ternyata Laeli merupakan aktivis di masa kuliah.

"Anak rantau juga. Ya salut gue sama dia, tipe-tipe cewek independen dan punya ideologi gitu," ujar Titik, salah seorang teman Laeli di perkuliahan .

Titik mengaku mengenal mahasiswi Fakultas MIPA UI itu saat satu kepanitiaan di Pemilihan Raya UI 2012. Saat itu, Laeli dipercaya menjadi ketua acara tersebut dan Titik menjadi salah satu stafnya.

Namun di pertengahan kepanitiaan, Laeli tiba-tiba mengundurkan diri. Padahal, tersangka saat itu aktif mengkritik BEM UI dan vokal terhadap isu-isu di kampus.

"Terakhir kontak setelah lulus kuliah. Ya, terakhir (kembali mendengar kabar) dia waktu ramai di Twitter," kata Titik. Sekitar bulan Oktober 2019, nama Laeli viral di media sosial karena terlibat skandal dengan Djumadil Al Fajri yang juga menjadi tersangka kasus pembunuhan.

Salah seorang teman Laeli lainnya, Ridwan, juga mengatakan bahwa tersangka dikenal kritis dan pintar selama di kampus. Ia mengatakan Laeli merupakan mahasiswi yang merantau dari Tegal dan harus menghidupi dirinya di Jakarta.

"Kesan gue ke dia mah baik-baik aja. Cuma cenderung lebih ke kasian ngeliat dia yang sekarang. Gak tahu proses hidup apa yg dia lalui sampai jadi kayak gitu," kata Ridwan.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (17/9/2020) menyebutkan, Laeli dan kekasihnya, Djumadil Al Fajri  alias DAF (26), dijerat Pasal 340 KUHP terkait pembunuhan berencana. Keduanya, terancam hukuman mati, seumur hidup atau 20 tahun penjara.

Nana menuturkan, tersangka Fajri merupakan sosok yang berperan sebagai eksekutor pembunuhan sekaligus memutilasi korban. Sedangkan Laeli sebagai orang yang berperan mengajak korban untuk bertemu di sebuah apartemen di bilangan Pasar Baru, Jakarta Pusat.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto