logo

Kesehatan Lebih Penting Dari Ekonomi, Wanita Emas Dukung PSBB Ketat

Kesehatan Lebih Penting Dari Ekonomi, Wanita Emas Dukung PSBB Ketat

Ketua Umum Partai Emas Hasnaeni
16 September 2020 05:39 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali memperketat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Alasannya, terjadi peningkatan jumlah kasus Covid-19 dan dampak kematiannya di Ibu Kota. 

Ketua Umum Partai Era Masyarakat Sejahtera (Emas), Hasnaeni mendukung kebijakan Anies tersebut. "Saya apresiasi keputusan Pak Gubernur. Sebab apa yang dilakukan itu sangat baik," kata Hasnaeni, Rabu (16/9/2020). 

"Kalau tidak dilakukan PSBB, itu akan meningkat kasus positif Covid-19 ini," ujarnya menambahkan.

Menurut Hasnaeni, PSBB ketat diperlukan, tujuannnya untuk menekan angka kasus positif dan risiko kematian akibat wabah virus Corona Wuha . Nyawa warga Jakarta, kata dia wajib diutamakan dibanding apapun.

"Saya kira nyawa masyarakat Jakarta itu lebih penting. Tak bisa dibeli. Sementara ekonomi atau uang itu bisa dicari," kata Hasnaeni.

Lebih lanjut, 'Wanita Emas', sapaan populer Hasnaeni, mengatakan turut mendukung kebijakan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah yang juga diberlakukan Anies.

Langkah tersebut dipandang sebagai salah satu cara meminimalisasi penyebaran Covid-19. "Orang boleh berkantor di rumah. Jadi inilah masukan buat pemerintah pusat, diizinkan orang berkantor dari rumah. Karena ini bencana dunia, bukan Indonesia saja. Jadi ini force majeur," tuturnya. 

Seiring dengan itu, Hasnaeni pun berharap agar pemerintah membantu para pengusaha yang mematuhi kebijakan WFH. Yakni dengan membuat kebijakan subsidi atau pengurangan tagihan sewa kantor.

Mengingat, saat PSBB ketat dipatuhi melalui WFH, seharusnya biaya sewa menjadi lebih murah.  "Lalu orang yang menyewa kantor gedung itu, kalau bisa orang hanya bayar 20 persen saja. Apakah itu disubdsidi pemerintah pusat, atau bagaimana," ucapnya menambahkan.

"Karena ini teramat dirasakan para pengusaha, termasuk saya. Kita tidak berkantor tapi disuruh bayar full. Kita sebenar maklum karena mereka tidak memiliki pendapatan lain, karena itu kita ditekan. Jadi ini simalakama," tuturnya lagi.

Editor : Gungde Ariwangsa SH