logo

Gaungkan Keamanan Wisatawan Berlibur Ke Bogor, Kemenparekraf Genjot Gerakan BISA

Gaungkan Keamanan Wisatawan Berlibur Ke Bogor, Kemenparekraf Genjot Gerakan BISA

11 September 2020 05:45 WIB
Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id - CISARUA: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenarekraf/Baparekraf) kembali melaksanakan Gerakan Bersih, Indah, Sehat dan Aman (BISA). Kali ini lokasi kegiatan difokuskan di Gunung Mas Bogor 10-11 September 2020. Direktur Pengendalian Kebijakan Strategis Kemenparekraf/Baparekraf, Hasan Abud menjelaskan, kegiatan yang dihadiri anggota Komisi X DPR RI Fahmy Alaydroes ini diinisiasi untuk menyiapkan destinasi wisata dalam memasuki masa adaptasi kebiasaan baru.

Tak ditampik, industri pariwisata merupakan penyumbang devisa kedua bagi perekonomian nasional. Pariwisata juga memberikan kesejahteraan bagi masyarakat di berbagai lini. "Di masa pandemi, pariwisata sangat terdampak. Bisa dilihat dari banyaknya hotel dan destinasi pariwisata yang tutup. Kita semua mengharapkan agar pandemi ini segera berakhir agar sektor pariwisata dapat pulih seperti sediakala dan kita harus optimis berhasil melalui masa pandemi ini. Karenanya, industri pariwisata harus bangkit kembali dengan menerapkan protokol kesehatan," tutur Hasan Abud di lokasi acara, Rabu (10/9/2020).

Ia melanjutkan, tak ada yang mengetahui kapan pandemi akan berakhir, namun tentunya kita tidak boleh tinggal diam dan harus mempersiapkan diri.  "Perekonomian harus terus berjalan, namun harus menerapkan protokol kesehatan, sehingga dapat tetap produktif dan aman. Penggunaan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan menjadi kebiasaan baru agar kita dapat saling menjaga, sehingga penularan Covid-19 dapat dicegah," papar dia.

Menghadapi situasi ini, Kemenparekraf/Baparekraf sudah menyiapkan berbagai hal mulai dari kebijakan dan program-program untuk terus dapat mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Gerakan BISA, ia melanjutkan, sebagai pedoman bagi wisatawan untuk melakukan perjalanan wisata tanpa khawatir tertular Covid-19.

"Untuk itu dibutuhkan dukungan dari semua pihak agar kita sama-sama dapat membuat budaya bersih, indah, sehat dan aman pada semua destinasi wisata, karena penting sekali bagi sektor ini untuk membangun kepercayaan wisatawan kembali," kata Hasan Abud.

Anggota Komisi X DPR RI, Fahmy Alaydroes berharap melalui berbagai program yang diinisiasi, termasuk Gerakan BISA Kemenparekraf/Baparekraf, geliat industri pariwisata di Kabupaten Bogor kembali hidup. Sebab, katanya, parwisata dan ekonomi kreatif merupakan sektor yang berkontribusi besar bagi perputaran roda ekonomi masyarakat.

"Tentu saja program ini amat baik bagi bangkitnya kembali industri pariwisata, khususnya di Kabupaten Bogor setelah sempat terpuruk karena pandemi Covid-19. Gerakan BISA ini merupakan panduan wisatawan dalam melakukan perjalanan wisata ke sejumlah destinasi yang telah menerapkan protokol kesehatan sebagaimana ditetapkan pemerintah," papar dia.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor, Muliadi menambahkan, dalam masa adaptasi kebiasaan baru, kita semua perlu mengubah kebiasaan. "Gerakan BISA diharapkan mampu membangkitkan optimisme masyarakat untuk bersama-sama menyambut kembali kebangkitan pariwisata di Kabupaten Bogor, sehingga kepercayaan wisatawan dapat terwujud bahwa Kabupaten Bogor merupakan destinasi yang aman dan nyaman untuk dikunjungi," tuturnya.

Ia melanjutkan, Gerakan BISA merupakan langkah konkret Kemenparekraf untuk mendorong perekonomian masyarakat agar pariwisata siap kembali menerima kunjungan wisatawan dengan disiplin penerapan protokol Kesehatan. 

"Harapannya, Gerakan BISA dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan kepariwisataan Indonesia, khususnya di Kabupaten Bogor, serta membangkitkan optimisme pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dalam menyambut pariwisata pada tatanan hidup baru menuju masyarakat yang produktif dan aman, serta mendukung destinasi pariwisata dalam menyongsong tatanan kehidupan baru pasca-pandemi COVID-19," ujar Muliadi.

Pada kesempatan itu, sekitar 100 pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dilibatkan untuk melakukan bersih-bersih di taman, kebun teh dan sekitar obyek wisata Mata Air Ciburial. Juga dilakukan pengecatan, pemotongan rumput, serta pembersihan saluran di lokasi destinasi. Semua kegiatan ini dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.