logo

Andalkan Digital, UMKM Sumarni Justru Berkembang Di Era Pandemi

  Andalkan Digital, UMKM Sumarni Justru Berkembang Di Era Pandemi

Pelaku UMKM, Sumarni
18 Agustus 2020 19:37 WIB
Penulis : Andira

SuaraKarya.id - SURABAYA: Banyak cara dilakukan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk bertahan dari kebangkrutan di era Pandemi Covid-19.  Mengandalkan produk digital, seorang pemilik warung (toko) Jaya Merr Surabaya yang menjadi mitra agen GrabKios, Sumarni (42) justru mengaku omzetnya meningkat ketika pelaku usaha sejenisnya mulai bertumbangan.

Menurut Sumarni, sejak mengandalkan produk digital, pandemi Covid-19 justru menjadi berkah tersendiri. "Layanan transfer uang meningkat dua kali lipat, karena banyak orang yang takut pergi ke bank," ujarnya disela webinar, Selasa (18/8/2020).

Berawal dari keinginan memajukan usahanya, Sumarni mengaku nekat membuka diri dengan hal terhadap teknologi. Tak mau bertahan dengan bisnis itu-itu saja, perempuan ini memutuskan bergabung menjadi mitra agen GrabKios untuk menambah jenis layanan, terutama layanan finansial dan digital.

Sejak menjadi agen  GrabKios, Sumarni tidak lagi hanya mengandalkan daganganb berupa  kebutuhan harian, tapi juga melayani pembelian pulsa, token listrik, pembayaran tagihan dan sebagainya. "Berkat usahanya yang semakin ramai, saya bisa mempertahankan karyawan yang sejak awal membantu kita," ujarnya.

Menurut Head of East Indonesia Grab Indonesia, Halim Wijaya, protokol kesehatan yang ketat dan digitalisasi UMKM diyakini akan mempercepat pemulihan ekonomi. "Grab percaya, saat satu UMKM tumbuh dan sukses melakukan transaksi dalam platform digital, bakal ada jutaan orang lagi yang terbantu," ujarnya.

Grab bekerja sama dengan pemerintah, UMKM lokal yang sukses, serta pakar di bidangnya, telah mengadakan pelatihan virtual bagi ribuan UMKM asal Surabaya, Malang, dan Kediri. Topik pelatihan fokus pada digitalisasi dan strategi bisnis di masa pandemi guna meningkatkan kapasitas dan daya saing para pelaku UMKM.

Pihaknya bekerja sama dengan Pemerintah Kota Kediri juga telah melakukan sosialisasi teknologi digital bagi 6.000 UMKM binaan Pemerintah Kota Kediri. Termasuk industri rumahan, pasar, dan sentra UMKM agar dapat beradaptasi dengan layanan digital untuk meningkatkan daya saing dan pendapatan para pelaku UMKM.

Program ‘Grab #TerusUsaha Akselerator UMKM’ yang bermitra dengan Sahabat UMKM dan Google Gapura Digital dalam menyediakan program pelatihan dan dukungan bagi pemilik usaha kecil di Indonesia. Peserta terpilih akan mengikuti pelatihan intensif serta berbagai sesi bimbingan selama 2,5 bulan seputar legalitas, pemasaran, literasi keuangan, pengelolaan sumber daya, permodalan, hingga daya saing produk.

Sebelumnya, Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics tahun lalu telah merilis sebuah studi yang menunjukkan kontribusi ekonomi pekerja lepas dan UMKM melalui platform digital Grab yang mencapai Rp8,9 triliun di Surabaya. Hari ini, studi lain yang dilakukan pada Januari 2020 di Kota Surabaya kembali dirilis.

Mereka menemukan bahwa Grab tidak hanya menawarkan peluang ekonomi yang lebih baik bagi pekerja informal (yang merupakan 56,5% dari total tenaga kerja Indonesia). Tapi juga meningkatkan pertumbuhan bisnis kecil dan menciptakan lapangan pekerjaan di luar platform Grab, serta meningkatkan kualitas hidup mitra sebesar 15%.***

Editor : Gungde Ariwangsa SH