logo

Direktur NRC Minum JSH, Gula Darah Turun Drastis

Direktur NRC Minum JSH, Gula Darah Turun Drastis

Direktur SidoMuncul Irwan Hidayat bersama Wakil Presiden Direktur PT Nusa Raya Cipta (NRC) Tbk, Eddy P Wikanta dan Penemu Obat Herbal JSH, Sofjan Hidajat yang juga Komisaris Utama SidoMuncul. Eddy Wikanta menyatakan kesaksian yang dialami karena minum Kapsul JSH, gula darah menurun drastis
15 Agustus 2020 13:11 WIB
Penulis : AG. Sofyan

SuaraKarya.id - SEMARANG: Wakil Presiden Direktur PT Nusa Raya Cipta (NRC) Tbk, Eddy P Wikanta dikejutkan dengan khasiat kapsul JSH buatan SidoMuncul.

Sebagai orang yang menderita penyakit diabetes, jantung, darah tinggi, dan cedera lutut , Eddy selalu berhati-hati memilih makanan. Persoalannya, sebagai mantan olahragawan, Eddy tidak bisa lepas dari yang namanya godaan makan lezatnya kuliner.

Dia pun tak bisa lepas dari alat pendeteksi gula darah yang setiap hari tak bisa lepas dari wadah dompet kecilnya. Fungsinya untuk mengetahui kadar gula darah sampai berapa batas normal sehingga dia bisa membatasi aktivitas kerja dan konsumsi makannya.

Eddy pun sampai hari ini masih tergantung beberapa obat untuk mengatasi masalah beberapa organ tubuhnya yang sudah tidak muda lagi, dengan usia 71 tahun.

"Ketika saya datang ke peresmian Hotel Tentrem milik SidoMuncul di Semarang. Godaan makanan khas Semarang yang lezat tidak bisa dihindari lagi. Apalagi saya datang ke Semarang melalui jalan darat. Sampai kota Semarang lapar langsung menyantap mie pangsit, malamnya menikmati surga kulineran Semarang. Saya sudah yakin gula darah saya akan naik tajam,"ucap Eddy di Semarang, Jumat (15/8/2020).

Pada malam resepsi grand opening Tentrem Semarang, Eddy bercerita, sajian makanan yang dihidangkan enak dan berkesan maka nafsu untuk tidak memakannya tidak terelakkan lagi. Ia pun menikmati sajian makan layaknya tak memiliki diabetes.

Tengah hari ketika tak bisa tidur, mendadak jam 2 pagi terbangun, perut keroncongan. Ada moci yang rasanya manis juga kontan langsung dia santap.

Eddy mengaku bahwa penyakit gula darah yang dia derita adalah penyakit turunan dari keluarga besarnya. Ibu, bapak dan kakaknya meninggal karena gula darah. Namun, Eddy termasuk orang yang paling beruntung karena telat terkena penyakit ini dan tidak terlalu parah menyerangnya. Ini lantaran dia cukup bisa mengimbangi karena gemar berolah raga.

"Adik dan kakak saya kena diabetes di usia 30 tahun, sedangkan saya usia 40 tahun. Jadi saya paling telat dapat giliran sakit diabetes," kata dia.

Teorinya, kata Eddy, orang yang terkena diabetes semua sistem dalam tubuhnya rusak. Jadi harus hati-hati betul dengan penyakit mematikan ini.

"Saya tahu JSH dari Pak Moko, anak buah NRC di Semarang. Katanya Pak Moko dikasih Pak David Hidayat (adiknya Pak Irwan Hidayat dan Sofjan Hidayat). Bisa bermanfaat untuk mengurangi gula darah. Saya minta lagi ke Pak David agar saya juga diberi JSH," ceritanya.

Pagi, Eddy langsung mengambil alat test gula darah. Hasilnya, kata Eddy, sangat luar biasa. Sangat mencengangkan dan surprise buat dirinya. Gula darahnya kini bertengger di 115 mg/dL.

Eddy bertutur saat makan makanan seperti itu, teorinya gula darah naik diatas 230 mg/dl. Namun pagi ketika sebelum fitness dia cek sudah 130 mg/dL, artinya masih normal.

"Saya langsung WA istri saya, dan dia langsung kasih jempol besar. Ini baru sekali saya merasakan kebahagiaan seperti ini. Saya juga WA Pak David dan Pak Irwan mengucapkan terima kasih atas pertolongannya saya sangat bahagia. Malah pas saya breakfast di Kayu Manis Tentrem Semarang dipertemukan Pak Irwan dengan adiknya, Pak Sofjan Hidayat yang tak lain penemu kapsul JSH. Tentu juga bisa meningkatkan imun saya apalagi di masa pandemi butuh seperti JSH ini. Jadi kamsia buat Pak Sofjan atas temuan yang bermanfaat bagi semua orang sakit seperti saya," tuturnya.

Kata Eddy, hari itu emosi sangat luar biasa, stabil dan lebih rileks. Semangat menjadi berlipat-lipat. Fisik badan pun enak dan tubuh terasa bugar.

"Biasanya penyakit gula darah adalah yang paling memengaruhi emosi kita, begitu tahu gula darah tinggi, semangatnya pun turun. Sekarang semangat tinggi. Saya tadi pagi-pagi nge-gym di Tentrem bisa lebih dari waktu yang biasa saya lakukan di Jakarta," ucapnya.

Setelah merasakan khasiat JSH, Eddy tidak ragu makan apa pun yang disajikan di area makan Kayu Manis, Tentrem Semarang yang menyajikan banyak makanan khas Semarangan yang langsung didatangkan dari pengusaha aslinya.

"Saya makan Soto Bokoran, Asem-Asem Koh Liem, Nasi Ayam Bu Pini, pisang plenet Gajah Mada,"akunya 

Kata Eddy, ciamik juga ide Irwan Hidayat menghadirkan kuliner khas dan otentik dari penjualnya langsung dengan merek yang paten di kepala konsumen berada di hotel klas dunia ini.

"Semua makan itu kan gulanya tinggi. Saya asal dan ngawur saja makan semuanya. Lha wis pie mumpung di Semarang, makanan enak semua. Karena dah lama kita lockdown di Jakarta ya sudah seperti kemaruk ae (apa pun makanan disantap-red),"ungkap Eddy.

Meski begutu, Eddy tetap saja berusaha hidup secara disiplin, tetap olahraga, tetap mengonsumsi obat dari dokter atas penyakit yang dideritanya.

"Dua jam setelah obat dokter baru kita mengonsumsi JSH. Saya akan mengonsumsi JSH seminggu penuh, kalau perubahannya signifikan maka bukan tidak mungkin, obat-obat yang sebelumnya akan saya kurangi," katanya.

Eddy bahkan telah mensosialisasikan dan berusaha mengedukasi khasiat JSH ke rekan-rekannya di kantor dan kolega bisnisnya. Mereka antusias memesan JSH setelah banyak testimoni dari subjek yang pernah mengkonsumsi obat herbal  yang bersumber dari alkali ini.

"Saya bilang saya sudah memesan dua karton JSH, nanti saya bagikan kepada mereka. Karena di kantor memang penyuka kuliner sehingga penyakitnya rata-rata sama," ucap Insinyur Sipil asal Undip Semarang ini.

Teorinya, kata Eddy, orang yang terkena diabetes semua sistem dalam tubuhnya rusak, harus hati-hati. "JSH saya rasa sangat bisa membantu menyembuhkan ibarat komputer yang error dalam sistem tubuh kita," tandasnya.

Sementara itu secara terpisah, Direktur SidoMuncul, Irwan Hidayat mengatakan bahwa testimoni Eddy P Wikanta yang dia kenal sebagai Vice President Director PT Nusa Raya Cipta Tbk dan di holdingnya sebagai top manajemen di Surya Internusa tentu tidak bisa diabaikan. Karena dia merasakan khasiatnya langsung dari kapsul JSH SidoMuncul ini.

"Jadi dia berhak untuk menuturkannya secara jujur, apa adanya, dan bertanggung jawab,",ucapnya. Irwan menyebut bahwa JSH tidak perlu diteliti lagi, karena JSH layaknya seperti vitamin C, B dan antibiotik lainnya yang sudah ada peneiltiannya secara ilmiah.

"Bahan pembuatan JSH sudah banyak diteliti ilmuan, sudah banyak referensi bahan pembuat JSH. Jadi tidak perlu diteliti lagi. Kecuali tolak angin, harus ada bukti ilmiahnya, yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh," ucapnya.

Irwan menjelaskan Kapsul JSH adalah bukan karbon aktif murni tapi merupakan produk alkali PH tinggi untuk menjaga kesehatan, baik untuk semua usia.

"Empat tahun yang lalu, kami mulai melakukan pengembangan produk-produk herbal food supplement. Tujuannya membuat produk untuk orang sehat supaya tetap sehat. Salah satu idenya adalah mengembangkan produk untuk detox atau menghilangkan racun dalam tubuh. Idenya adalah produk yang alkali, PH-nya tinggi. Karena produk alkali dengan PH tinggi sangat baik untuk kesehatan. Makanan yang mengandung alkali dianjurkan untuk usia lanjut, penderita kanker atau mereka sering terganggu kesehatannya. Dan ide ini datang dari Komisaris Utama SidoMuncul, Jonatha Sofjan Hidajat, bahkan yang menemukan bahan untuk kapsul JSH ini juga dari adik saya, Pak Sofyan. Oleh karena itu sudah kami daftarkan ke BPOM dengan nama Kapsul JSH,"urai Irwan Hidayat di Hotel barunya, Tentrem Semarang, Sabtu (15/8/2020).

Dijelaskannya, kapsul JSH bukan karbon aktif murni namun telah diproses lebih lanjut sehingga larut dalam air.

"R&D kami berhasil melakukan proses dari bahan charcoal menjadi produk alkali atau PH-nya tinggi. Sekali lagi Herbal JSH bukan karbon aktif murni sehingga kapsul JSH larut di air,"jelas putra sulung dari 5 bersaudara generasi ketiga SidoMuncul ini***