logo

Peserta ToT CSA SIMURP Jatim Dapat Materi Pengukuran Emisi GRK

Peserta ToT CSA SIMURP Jatim Dapat Materi Pengukuran Emisi GRK

12 Agustus 2020 12:39 WIB
Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id -  

MALANG: Penerapan pertanian ramah lingkungan benar-benar masif diajarkan dalam Training of Trainer (ToT) Climate Smart Agriculture (CSA) proyek SIMURP di Jawa Timur. Bahkan, pada Rabu (12/08/2020), peserta pelatihan yang terdiri dari penyuluh Kostratani juga diajarkan mengenai Pengukuran Emisi Gas Rumah Kaca dari Lahan Sawah.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan teknologi dan inovasi sekarang sudah diterapkan dalam pertanian di Tanah Air.

“Sehingga, saat ini kita bukan hanya berbicara mengenai peningkatan produksi untuk menjaga ketahanan pangan. Tapi kita juga berbicara mengenai bagaimana menerapkan pertanian yang cerdas menghadapi iklim, pertanian yang ramah lingkungan. Semua ini diterapkan dalam ToT CSA SIMURP,” tutur Mentan SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi, mengatakan kegiatan ToT CSA SIMURP dilakukan untukm memberikan manfaat kepada penyuluh untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. 

“Lewat kegiatan ToT CSA SIMUP, kita ingin penyuluh mendapatkan tambahan pengetahuan serta meningkatkan keterampilan. Karena, hal ini bisa berdampak pada peningkatan produksi dan produktivitas pertanian dengan cerdas memanfaatkan iklim,” katanya.

Dijelaskan Dedi Nursyamsi, tujuan lain dari digelarnya ToT CSA SIMURP adalah meningkatkan peran pada Indeks Pertanaman (IP) dilokasi kegiatan SIMURP. Juga merubah pola pikir petani untuk mengembangkan usahanya melalui adopsi teknologi yang berbasis Climate Smart Agriculuture (CSA).

Kegiatan ToT CSA SIMURP di Jawa Timur diikuti 20 peserta yang meliputi pendamping dari kegiatan SIMURP yang ada di 4 (empat) BPP di Kabupaten Jember. Tidak hanya mendapatkan materi, para peserta diajak untuk melakukan praktik lapangan.

Peserta ToT CSA SIMURP diajak menerapkan pertanian yang adaptasi terhadap perubahan iklim. Tujuannya untuk mengantisipasi dampak buruk dari perubahan iklim dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menanggulangi atau meminimalkan kerusakan yang ditimbulkannya 

Tidak hanya itu, peserta juga diajak mengenai Mitigasi Perubahan Iklim. Berupa tindakan untuk mengurangi besar atau kecepatan perubahan iklim. Mitigasi pada umumnya merupakan tindakan mengurangi emisi gas rumah kaca. 

Editor : Dwi Putro Agus Asianto