logo

Covid-19; Tenaga Medis Yang Gugur Diberi Bintang Jasa Oleh Pemerintah

Covid-19; Tenaga Medis  Yang Gugur Diberi Bintang Jasa  Oleh Pemerintah

Foto ilustrasi: RCNI
09 Agustus 2020 00:41 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - JAKARTA: Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menyebutkan pemerintah akan memberikan bintang jasa kepada tenaga medis yang gugur dalam penanganan Covid-19.

"Kita mencatat banyak dokter menjadi korban juga di dalam pengabdian itu. Mungkin karena lelah, stres juga, lalu tertular, terkena COVID-19 dan meninggal," kata Mahfud, dalam konferensi pers virtual, di Jakarta, Sabtu (8/8/2020).

Mahfud mengatakan bahwa Pemerintah memberikan perhatian sungguh-sungguh terhadap tenaga kesehatan yang sampai saat ini bekerja keras menangani Covid-19.

Bagi tenaga medis yang gugur dalam pengabdiannya menangani Covid-19, kata dia, pemerintah akan memberikan penghargaan bintang jasa dan santunan sebesar Rp300 juta.

Ia menyebutkan tenaga kesehatan yang mendapatkan bintang jasa tahap pertama sebanyak 22 orang. Bintang jasa ini rencananya diserahkan pada tanggal 13 Agustus mendatang.

Dari 22 tenaga kesehatan itu, kata Mahfud, sembilan orang mendapatkan Bintang Jasa Pratama dan 13 orang mendapatkan Bintang Jasa Nararya.

Para penerima bintang penghargaan dari kalangan tenaga kesehatan yang gugur dalam menjalankan tugasnya menangani Covid-19 itu telah diputuskan Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

"Itu sebagai bentuk penghormatan pemerintah yang sifatnya simbolik kepada yang gugur. Tentu orang bekerja tidak ingin gugur untuk dapat penghargaan atau santunan. Ini tahap pertama," katanya dilansir Antara.

Mahfud mengatakan bahwa Pemerintah, melalui Satgas Penanganan Covid-19 dan Kementerian Kesehatan, terus bekerja intensif untuk mendata tenaga kesehatan yang gugur dalam penanganan Covid-19.

Selama ini, Mahfud mengatakan bahwa Pemerintah juga telah menunjukkan perhatian kepada para tenaga kesehatan yang menangani Covid-19, yakni dengan menyediakan insentif setiap bulan kepada dokter spesialis, dokter umum, maupun tenaga medis nondokter.

Besaran intensif bagi dokter spesialis yang menangani Covid-19 sebesar Rp15 juta/bulan, dokter umum Rp10 juta/bulan, sementara tenaga medis nondokter sebesar Rp7,5 juta/bulan.

          Data Amnesti Internasional
 
Laporan Kompas.com edisi Rabu, 15 Juli 2020 menyebutkan Amnesty International merilis sebuah laporan global yang berisi tentang kondisi yang dialami oleh para pekerja kesehatan di dunia selama pandemi Covid-19 melanda.

Dalam laporan tersebut, ada lebih dari 3.000 tenaga kesehatan yang telah meninggal akibat Covid-19 di 79 negara di dunia.

Menurut data dari Amnesty International, negara-negara dengan jumlah kasus kematian tenaga kesehatan tertinggi adalah Amerika Serikat (507 kasus), Rusia (545 kasus), Inggris (540 kasus, termasuk pekerja layanan sosial),  dan Brasil (351 kasus).

Di Indonesia sendiri, Amnesty mencatat setidaknya 89 tenaga kesehatan yang meninggal dunia akibat Covid-19 ini, yaitu mencakup dokter, dokter gigi dan perawat.

Data tersebut didasarkan pada monitoring yang dilakukan oleh Amnesty International Indonesia hingga 13 Juli 2020.
Adapun rinciannya adalah 60 dokter, 23 perawat, dan 6 dokter gigi.

Sementara itu, jumlah infeksi pada tenaga kesehatan berdasarkan pengawasan oleh Amnesty International hingga 12 Juni 2020 adalah sebanyak 878 kasus.

Beberapa di antaranya adalah di 174 kasus di DKI Jakarta, 225 kasus di Jawa Timur, dan 110 di Jawa Tengah.

Saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (15/7/2020) siang, Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid membenarkan keterangan tersebut.

"Potret perlindungan meliputi kondisi dari tenaga kesehatan, mereka sangat memprihatinkan dari 63 negara, termasuk Indonesia," kata Usman. ***