logo

Suksesor Handal, Nurdin Halid Selesaikan Tugas Pilih Ketua Golkar Sulsel

Suksesor Handal, Nurdin Halid Selesaikan Tugas Pilih Ketua Golkar Sulsel

Waketum DPP Partai Golkar, HAM. Nurdin Halid, Ketua Bidang Penenangan Pemilu Wilayah Sulawesi, Muhidin M Said dan Waketum DPP Partai Golkar, Roem Kono
08 Agustus 2020 23:59 WIB
Penulis : AG. Sofyan

SuaraKarya.id - JAKARTA: Ketua demisioner DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Halid sukses menyelesaikan tugas dari DPP Partai Golkar untuk menggelar forum Musyawarah Daerah (Musda) X Partai Golkar Sulsel dengan lancar, aman, dan terkendali serta yang terpenting diputuskan dengan cara musyawarah mufakat untuk mendapatkan piiihan terbaik Ketua DPD Partai Golkar Sulsel periode 2020-2025.

H.A.M Nurdin Halid adalah sosok penentu dalam proses panjang berliku dalam Musda Golkar Sulsel yang akhirnya berjalan mulus dan happy ending, mulai dari awal hingga akhir perhelatan penting tersebut sekali pun harus diselenggarakan di Jakarta.

Sejak memutuskan memindahkan lokasi Musda dari Makassar ke Ibu Kota Jakarta, Nurdin Halid bisa dikatakan piawai  mengendalikan sepenuhnya jalannya musda, mulai dari hal teknis hingga pengendalian podium dan forum. Faktanya, sejak Musda digulirkan, Nurdij mampu mengendalikan forum baik dalam arena maupun diluar.

Itu terlihat dengan keaktifannya membangun komunikasi yang elegan dengan empat kandidat ketua sehingga membuat kondusifitas musda terjaga dan tak meruncing dalam perbedaan sikap yang berujung penolakan bahkan perpecahan.

Tak hanya itu, mantan Ketua Umum PSSI ini juga mampu menjadi "golden gateway" antara forum musda dengan DPP.  Semua instruksi DPP lewat Nurdin dan seluruh keinginan forum musda berhasil dia fasilitasi ke DPP dan dikomnikasikan secara baik kepada Ketua Umum Airlangga Hartarto

Terbukti saat Musda kembali dilanjutkan, Jumat, (7/8/2020) pukul 15.30 WIB. Suasana forum kembali memanas karena memasuki proses verifikasi dukungan kandidat.

Pasalnya, setiap kandidat harus mencapai syarat dukungan voters minimal 30 persen dari total 30 pemilik suara atau 9 dukungan. Syarat dukungan itu tak boleh ganda karena jika ganda praktis langsung dibatalkan.

Politisi Senior Beringin yang juga Ketua Pemenangan Wilayah Sulawesi DPP Partai Gokkar, Muhidin M  Said bertindak sebagai pimpinan sidang mempersilakan Ketua SC Arfandy Idris, melaporkan hasil verifikasi syarat calon. Sontak, suasana memanas karena dari laporan Arfandy hanya Hamka B Kady yang diketahui memenuhi angka minimal itu.

Atas kondisi itu, Legislator senior Beringin asal Sulteng ini kemudian mempersilahkan Nurdin Halid untuk menengahi persoalan yang ada. Nurdin kemudian tampil di podium dan memberikan penjelasan serta pendapat mengenai situasi itu.

Ketika banyak pendukung Hamka Kady yang mendesak agar musda dilanjutkan dengan hanya Hamka sebagai calon tunggal sesuai aturan syarat pencalonan di PO 02/2020, Nurdin yang juga Wakil Ketua Umum DPP Golkar memperlihatkan kepiawaiannya dalam mengendalikan riak-riak kecil di arena Musda Golkar Sulsel tersebut.

Tokoh Bugis Makassar ini kontan  langsung menawarkan kepada forum sebuah jalan tengah dimana ia menggunakan ketentuan Pasal 70 dalam AD/ART Golkar. Pasal tersebut menyebutkan pemilihan Ketua Golkar mulai tingkat kelurahan, kecamatan, hingga DPP dilakukan dan diputuskan langsung oleh forum musyawarah.

"Dengan menggunakan ketentuan di Pasal 70 AD/ART itu maka empat kandidat ini bisa kita putuskan maju kepencalonan jika forum memang menginginkan," katanya.

Pernyataan Nurdin itu langsung membuat riuh ruang sidang. Teriakan takbir membahana ketika Nurdin Halid masih berdiri di podium. Forum mengelu-elukan solusi jalan tengah yang disampaikan negosiator ulung ini.

Beberapa saat setelah Nurdin turun dari podium, koleganya di DPP, Muhidin M Said sejak awal menjadi pemangku sidang langsung meminta persetujuan pemilik suara yang kemudian langsung disetujui untuk meloloskan empat kandidat ke pencalonan.

Muhidin kemudian memutuskan Nurdin diutus forum musda untuk membawa empat kandidat ke Ketua Umum Airlangga Hartarto. Usai Maghrib, Nurdin membawa empat nama itu ke Airlangga.

Dalam konsultasi Nurdin dengan Airlangga, sang ketua umum menyampaikan kepadanya agar Ketua Golkar Sulsel dikembalikan ke forum musda untuk memutuskannya.

Atas instruksi itu, Nurdin kembali ke Hotel Sultan namun tak langsung masuk ke arena Musda. Nurdin memilih mengumpulkan empat kandidat di kamarnya di Lantai 15 Sultan. Dia kemudian memanggil Hamka, Supriansa, Syamsuddin dan Taufan untuk menyampaikan pesan Airlangga.

Proses negosiasi empat kandidat yang dipimpinnya, berjalan hanya tak kurang 3 jam. Setelah lama berdiskusi dan saling menyampaikan sikap dan pandangan masing-masing kandidat dengan argumen masing-masing, Nurdin dan empat kandidat tersebut memutuskan Taufan Pawe sebagai Ketua Golkar Sulsel 2020 - 2025.

Keputusan menunjuk Taufan oleh karena adanya syarat Airlangga yang meminta siapa pun Ketua Golkar Sulsel harus berani berkontestasi dalam Pilgub Sulsel 2023.

Taufan dengan tegas menyatakan kesanggupannya. Tak menunggu lama, setelah empat kandidat mencapai kemufakatan, Nurdin  membawa empat kandidat ke dalam ruang sidang. Setelah skorsing sidang dibuka, Supriansa langsung didapuk sebagai juru bicara empat kandidat dan langsung menyampaikan hasil kemufakatan mereka untuk menunjuk Taufan Pawe sebagai Ketua Golkar pengganti Nurdin Halid***