logo

BPP Kostratani Wajib Setor Data Secara Periodik Ke AWR Kementan

BPP Kostratani Wajib Setor Data Secara Periodik Ke AWR Kementan

08 Agustus 2020 10:36 WIB
Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id - JAKARTA: Demi mewujudkan target 1000 BPP Kostratani dalam waktu 10 hari, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) terus membekali insan pertanian dengan pelatihan. Nantiya, BPP yang sudah menjadi Kostratani wajib menyetor data sesuai periode dan komoditas di daerah masing-masing.

Menurut Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi, mewujudkn target tersebut memang tidak mudah. Tetapi tidak ada yang tidak mungkin.

“Transformasi BPP menjadi BPP Kostratani dilakukan secara bertahap. Hingga 2021 nanti, 6000 BPP harus sudah menjadi BPP Kostratani. Sedangkan target di tahun 2020 ini, ada 1500 BPP yang harus menjadi BPP Kostratani,” terangnya, Jumat (07/08/2020).

Menurut Dedi Nursyamsi, sebanyak 1000 BPP ditargetkan bisa ditransformasikan dalam waktu 10 hari. Hanya saja.

“Karena memang harus ekstra kerjas, saya menyebutnya sebagai Kopasus Kostratani 2020. Memang akan ada rintangan, ada ombak, tapi kita tidak boleh menyerah. Jangan berkecil hati, kita harus yakin target tersebut bisa dicapai,” katanya.

 Sementara Kepala Pusat Penyuluhan (Kapusluh) Pertanian Leli Nuryati, mengatakan BPP Kostratani harus menyerahkan data sesuai periode, dan berdasarkan aplikasi yang sudah disiapkan.

“Laporkan data dengan menggunakan aplikasi, dan harus sesuai dengan jadwal. Kita akan lakukan pelatihan virtual bagaimana meng-entry data dan akan kita bagikan passwordnya. BPP Kostratani harus menginput data sesuai periode dan komoditas di daerah masing-masing,” tuturnya. 

Menurut Leli, data yang diinput akan dipantau langsung Mentan dari Agricultural War Room (AWR) di Kementerian Pertanian.

“Dan Mentan sudah mengetahu lokasi-lokasi itu adalah kabupaten yang merupakan lokasi IPDMIP. Makanya dalam waktu dekat kita wajibkan seluruh BPP untuk meng-input data dari Kostarani ke AWR,” jelasnya.

Menurutnya, yang harus dilaporkan adalah data mengenai program utama Kementan, juga data tanam padi, kedelai, dan lainnya. 

“Jadi data luas tanam dan luas panen harus dilaporkan sesuai aplikasi dan jadwal pelaporkan. Pak Menteri ingin data dilaporkan langsung dari BPP. Temen-temen bisa melakukan sosialisasi mengenai hal ini, baik langsung ke lapangan maupun secara virtual,” ujarnya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan Kostratani harus diperkuat karena menjadi ang terdepan dalam menjalankan program utama Kementan.

“Kostratani akan menjalankan program-program utama Kementan. Oleh karena itu kita terus perkuat. Di Kostratani harus ada data dan informasi yang dibutuhkan petani untuk memperkuat usahanya. Untuk meningkatkan produksi dan menekan losses. Dengan Kostratani, kita ingin BPP jauh lebih maksimal,” tuturnya.

Editor : Gungde Ariwangsa SH