logo

Ribuan Pemilik Angkot Jaklingko Minta Gubernur Anies Izinkan Beroperasi

Ribuan Pemilik Angkot Jaklingko Minta Gubernur Anies Izinkan Beroperasi

Angkot KWK Jaklingko masih banyak yang menganggur tidak melayani penumpang warga Jakarta.
08 Agustus 2020 06:49 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Di tengah pandemi Covid-19, pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta gegap gempita membantu UMKM dengan bantuan modal kerja agar roda ekonomi berjalan normal lagi, ribuan pengusaha angkutan kota (angkot) di Jakarta juga minta dibantu.

Bantuan yang diharapkan adalah Gubernur DKI Anies Rasyid Baswedan melalui Dinas Perhubungan DKI  dan PT Transjakarta memberikan izin operasi kepada armada angkot Jaklingko agar bisa melayani masyarakat Jakarta beraktifitas.

"Jika pelaku UMKM dibantu dengan modal kerja, maka pengusaha angkot Jaklingko minta dibantu diizinkan operasi lagi. Kalau ada angkot Jaklingko, maka warga bisa belanja ke pasar, ke grosir bisa naik angkot Jaklingko gratis," ujar Ketua Koperasi Wahana Kalpika (KWK) Jakarta Utara H Ramly Hi Muhamad.

Berbicara kepada Suarakarya.Id, Sabtu (8/8/2020), Ramly menegaskan saat ini baru 60 persen armada angkot Jaklingko yang beroperasi. Akibatnya, warga Jakarta yang tinggal di kampung-kampung lama menunggu kedatangan (headway) angkot.

"Banyak warga yang mengadu ke.kami, kenapa angkot KWK hanya sedikit yang beroperasi melayani penumpang. Mereka jadi naik ojek yang harus bayar. Padahal di masa sulit ini harus berhemat uang," ucap Ramly menyampaikan keluhan masyarakat.

Disatu sisi, para pemilik angkot KWK dan mikrolet mengeluh, tidak bisa bayar cicilan dan bunga kredit di bank.

"Mereka sudah pinjam uang ke.bank untuk meremajakan angkotnya, tetapi sudah berbulan-bulan tidak diizinkan beroperasi.ini sangat delematis," katanya.

Dihubungi Suarakarya.Id secara terpisah, Ketua KWK DKI Jakarta H Taufik Azhar mengatakan, saat ini batu 60 persen angkot Jaklingko yang diizinkan beroperasi.

"Info dari Dinas Perhubungan DKI, penambahan izin operasi dilakukan secara bertahap. Karena menyesuaikan dengan perkembangan angka kasus Covid-19. Kalau pandemi Covid-19 sudah turun yang positif, maka armada Jaklingko juga diizinkan ditambah," kata Taufik Azhar.

Saat ini ada sekitar 1000 an angkot Jaklingko yang diizinkan beroperasi melayani penumpang.

Editor : Markon Piliang