logo

Pembunuh Dua Anak Kandung Di Adonara Sembunyi Di Pohon Kelapa

Pembunuh Dua Anak Kandung Di Adonara Sembunyi Di Pohon Kelapa

AP (25) diduga pelaku pembunuh dua anak kandung di Desa Balaweling Noten, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara diamankan polisi. (Antara)
08 Agustus 2020 05:49 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - KUPANG: Seorang ayah, AP (25), diduga pelaku pembunuh dua anak kandung, masing-masing YBO (3) dan ABD (2) di Desa Balaweling Noten, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, terancam hukuman mati.

"Ancaman hukuman bagi pelaku adalah hukuman mati atau seumur hidup atau paling lama dua puluh tahun penjara," kata Kepala Satuan Reskrim Polres Flores Timur, Iptu I Wayan Pasek Sujana, dalam keterangan tertulis yang diterima di Kupang, Jumat (7/8/2020). 

Ia menjelaskan, ancaman hukuman ini dikenakan kepada tersangka karena perbuatannya tergolong pembunuhan berencana.

Tersangka dikenakan Pasal 80 Ayat 3 dan 4 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002, tentang Perlindungan Anak subsider pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Pasal 340 KUHP menegaskan barang siapa yang sengaja dengan rencana terlebih dahulu yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang, pertanggungjawabannya adalah hukuman pidana mati atau seumur hidup atau paling lama dua puluh tahun, katanya.

"Jadi kita kenakan pasal berlapis kepada tersangka karena tergolong pembunuhan berencana," kata Sujana dilansir Antara. 

Ia menjelaskan saat ini diduga pelaku sudah ditahan di Polres Flores Timur untuk menjalani proses hukum atas perbuatannya itu.

Sujana menjelaskan sebelumnya, dalam proses penangkapan pelaku pada Rabu (5/8), aparat keamanan sempat mengalami kesulitan karena diduga pelaku bersembunyi di atas pohon kelapa sekitar 12 jam.

AP menolak untuk turun dari pohon sehingga aparat keamanan dibantu warga setempat terpaksa menumbangkan pohon kelapa tersebut untuk mengamankan pelaku, katanya.

Sujana mengatakan pihaknya sudah memeriksa sejumlah saksi dan mengamankan barang bukti seperti pakaian korban dan pisau yang dipakai tersangka untuk membunuh kedua anaknya.

              Stres

Liputan6 melaporkan,  dari hasil pemeriksaan terungkap, tersangka membunuh kedua anaknya karena tidak sanggup membiayai hidup kedua anaknya. Selain itu, pelaku juga mengalami stres setelah ditinggal istrinya merantau ke luar negeri.

"Motif ekonomi dan kebutuhan hidup jadi alasan tersangka membunuh kedua anaknya," ujarnya kepada wartawan, Kamis (6/8/2020).

Ia menjelaskan, pembunuhan keji tersebut diketahui pertama kali oleh ibu kandung pelaku, Yuliana Ose Doni (52) dan adik kandung pelaku, Hendrikus Boli Ola (20).

Saat itu, Yuliana baru pulang dari kebun dan merasa curiga melihat pintu dan jendela rumah pelaku dalam keadaan tertutup.

Yuliana kemudian mengintip dari lubang jendela dan kaget melihat pelaku sedang membunuh kedua anaknya. Yuliana kemudian memanggil anaknya yang lain, Hendrikus, dan meminta pertolongan tetangga sekitar.

Karena panik, pelaku yang saat itu seperti orang kesurupan, membuka pintu dan mengejar ibu dan adiknya. Namun keduanya berhasil lolos dari kejaran pelaku. Pelaku kemudian melarikan diri dengan memanjat pohon kelapa.

"Pelaku gunakan pisau yang sudah disiapkan," katanya. ***