logo

Bawaslu Solo Temukan Ribuan Data Tercecer

Bawaslu Solo Temukan Ribuan Data Tercecer

Bawaslu Solo lakukan pengawasan pelaksanaan coklit oleh KPU Solo
07 Agustus 2020 22:21 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Badan pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Solo masih menemukan ribuan data tercecer saat melakukan pengawasan melekat terhadap kegiatan pencocokan dan penelitian (coklit) yang dilaksanakan KPU Solo.

Menurut Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan antar lembaga Bawaslu Solo, Muh Muttaqin, Jumat (7/8/2020),  ribuan temuan tersebut dijadikan saran perbaikan dari Bawaslu kepada KPU Solo. Sebagai bahan penyusunan Daftar Pemilih Sementara (DPS).

"Personil pengawas kami memang hanya melakukan sampling terhadap coklit yang dilaksanakan oleh Petugas Pemutakhiran Daftar Pemilih (PPDP) karena memang jumlahnya kalah jauh dari mereka. Namun dari sampling ini saja kita sudah mendapatkan seribuan temuan untuk ditindaklanjuti oleh KPU Solo," jelasnya.

Lebih lanjut Muttaqin mengatakan Bawaslu banyak mendapati nama-nama penduduk pindah alamat, penduduk meninggal  masih tercantum di daftar pemilih yakni A.KWK yang saat ini digunakan sebagai pedoman KPU dalam pelaksanaan coklit.

Selain itu didapati pula warga yang telah berusia 17 namun belum tercatat di form A.KWK sebagai daftar pemilih. Bawaslu Surakarta juga mencatat adanya pemilih disabilitas tercatat sebagai warga biasa.

"Sehingga dikhawatirkan tidak ada perlakuan khusus terhadap mereka saat pencoblosan," katanya.

Padahal di form A.KWK daftar pemilih para penyandang disabilitas seharusnya terdapat tanda khusus. Tanda kode ini merupakan kode untuk memfasilitasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) agar mereka mendapatkan pelayanan sesuai dengan kebutuhan. 

"Contohnya di wilayah Kecamatan Banjarsari dan Kecamatan Jebres terdapat beberapa penyandang disabilitas tidak diberi tanda khusus di form daftar pemilihnya," jelasnya lagi.

Muttaqin juga mengatajan A.KWK yang dipakai PPDP adalah per-bulan Desember  2019, jadi untuk bulan Januari sampai saat ini penduduk yang meninggal masih tercantum. Sementara yang pindah masih terdata di daftar pemilih.

"Temuan kami adalah hasil pengawasan terhadap PPDP maupun informasi masyarakat yang dilakukan oleh panwas kelurahan maupun kecamatan. Kami tidak mendapatkan daftar pemilih A.KWK untuk dilakukan pencocokan data,sehingga pengawasan adalah murni di lapangan," paparnya.

Bawaslu meminta partisipasi aktif masyarakat, jika mendapati warga yang memenuhi kriteria sebagai pemilih namun belum terdaftar untuk segera dilaporkan. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto