logo

Partisipasi Pemilih Tinggi Dalam Pilkada 2020, Jadi Penentu Perubahan Depok

Partisipasi Pemilih Tinggi Dalam Pilkada 2020, Jadi Penentu Perubahan Depok

Hardiono
05 Agustus 2020 22:48 WIB
Penulis : Windrarto

SuaraKarya.id - DEPOK: Tingkat partisipasi pemilih yang tinggi dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Depok, Jawa Barat, menjadi penentu arah dan perubahan kota ini di masa mendatang.

Hal tersebut dikatakan bakal calon (balon) Wali Kota Depok Hardiono dalam acara diskusi yang digelar DMC, Rabu (5/8/2020). Dia masih sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok. Namun, surat pengunduran diri, ujarnya, sudah diajukan karena hendak ikut dalam Pilkada.

Saat ini, tuturnya, jumlah warga Depok sebesar dua juta jiwa lebih. Sementara yang telah mempunyai hak pilih dalam Pilkada Depok pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang sebanyak 1,3 juta pemilih.

"Data pemilih ini saya peroleh dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok yang kini tengah memutakhirkan data pemilih," tuturnya.

Sesuai target KPU, lanjutnya, target tingkat partisipasi pemilih dalam Pilkada serentak 2020 adalah sebesar 77,5 persen. "Mudah-mudahan ini tercapai di Depok. Sebab, warga Depok yang telah memiliki hak pilihlah yang menjadi penentu arah Depok ke depan," ucap Hardiono.

Supaya tingkat partisipasi pemilih dalam Pilkada maksimal, menurut dia, bukan semata tugas KPU dan Bawalu semata. "Partai politik di Kota Depok juga harus berperan agar angka partisipasi pemilih tinggi," ujarnya.

Banyak hal, kata Hardiono, yang perlu dibenahi di Kota Depok. Salah satunya reformasi birokrasi. Dan bicara reformasi birokrasi, ucapnya, maka fokusnya pada pembenahan sumber daya manusianya (SDM) dan tata kelola pemerintahan.

Supaya reformasi birokrasi terwujud, tuturnya, harus ada komitmen dari top managementnya, diikuti midle management.

"Tanpa ada komitmen, reformasi birokrasi tidak pernah terwujud. Tidak bisa hanya dengan memerintahkan jajaran birokrasi untuk melaksanakannya," katanya.***

Editor : Gungde Ariwangsa SH