logo

Inggard Joshua Berang Ditipu AJK, OJK Diminta Bertanggungjawab

Inggard Joshua Berang Ditipu AJK, OJK Diminta  Bertanggungjawab

Wakil Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Inggard Joshua (kanan baju hitam putih) berang karena ditipu Managemen Asuransi Jiwa Kresna, ia bersama ribuan nasabah se Indonesia menuntut managemen AJK agar segera membayar bunga dan mengembalikan dana pokoknya. ( Suarakarya.id/Yon P).
05 Agustus 2020 08:48 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Wakil Ketua Komisi A (Bidang Pemerintahan) DPRD DKI Jakarta, Inggard Joshua mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Pusat Pelaporan Analisa dan Transaksi Keuangan (PPATK) untuk bekerja sungguh-sungguh dalam menjalankan tugasnya melakukan pengawasan, supervisi, dan rekomendasi terhadap dana masyarakat yang dikelola lembaga keuangan binaan OJK.

Managemen Asuransi Jiwa Kresna (AJK) atau Kresna Life Insurence dinilai menipu Inggard dan istrinya yang setahun lalu telah menyetorkan uang Rp80 miliar melalui produk asuransi jiwa serta dua produk investasi, Kresna Link Investo (K-Link) dan Protecto Investo Kresna (PIK) .

Uang tersebut telah disetor cash melalui Agen AJK, Hadi Hendratmo langsung ke rekening Asuransi Jiwa Kresna kantor pusat. Tidak hanya Inggard yang merasa ditipu managemen AJK, tetapi ada ribuan nasabah pemegang polis yang sejak pandemi Covid-19, Maret 2020, tidak mendapatkan bunga atau manfaat dari bisnis itu.

Tak pelak Inggqrd dan para nasabah mengalami kegelisahan, stress, dan dalam kondisi kesulitan. Politisi Partai Gerindra ini mendesak agar fungsi pengawasan dan supervisi OJK terhadap Asuransi Jiwa Kresna dilakukan dengan serius agar dana masyarakat yang diinvestasikan ke pihak jasa keuangan, bisa dijamin keamanan dan menerima manfaatnya.

Menurut Inggard jumlah dana dari ribuan masyarakat pemegang polis di seluruh Indonesia mencapai lebih kurang Rp6,5 triliun.

"Saya dan ribuan nasabah telah ditipu oleh Managemen Asuransi Jiwa Kresna. Dengan alasan pandemi Covid-19, Direksi PT Asuransi Jiwa Krisna (AJK) atau Kresna Life melayangkan surat pemberitahuan kepada kami (nasabah) tanpa tanda tangan dari Direktur Utama AJK. Mereka beralasan pandemi Covid-19, sehingga tidak mampu membayar bunga dan uang pokok (polis) kepada para nasabah," ujar Inggard kepada wartawan, Selasa (4/8/2020).

Padahal dari penjualan saham yang semula senilai Rp50 per lembarnya, telah dijual Tp 500 per lembar sahamnya. "Jadi pihak perusahaan AJK sudah untung gede sekali. Jika mengaku tidak bisa membayar bunga dan penarikan dana nasabah, itukan namanya penipuan kepada masyarakat," tuturnya berang.

Inggard yang mantan Ketua Pemuda Pancasila (PP) DKI Jakarta dan Jakarta Barat ini tidak mampu menyembunyikan kemarahannya, lantaran ingin berkomunikasi dengan pihak managemen, Direktur Utara (Dirut) PT Asuransi Jiwa Kresna, Kurniadi Sastrawinata, namun saat dihubungi tidak diangkat.

Saat didatangi kantor AJK di komplek SCBD, telah dijaga preman-preman dari daerah tertentu, tidak ada seorang pun masuk ke kantor tersebut.

 Setelah melalui negoisasi yang alot, akhirnya Inggard dapat bertemu perwakilan managemen AJK, yakni Senior Priciple Agen, Yugo Gunawan, Marketing Manager Sinaga dan Agen AJK Hadi Hendratmo.

Pada pertemuan di Hotel Mercure, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa malam (4/8/2020). Yugo berjanji untuk menyampaikan permintaan Inggard kepada Direktur Utama AJK atau Kresna Life Insurence Kurniadi Sastrawinata. Lebih lanjut Inggard mengatakan, ia dan sang istri tertarik mempercayakan dananya kepada AJK karena ingin mendapat pelindungan jiwa dan manfaat investasinya di mana per tahun akan mendapat 9 persen dari nilai investasi.

"Saya sangat kecewa kepada managemen AJK karena tidak bisa dihubungi untuk menanyakan info dana saya. Malah ada jawaban managemen mau teleconference dengan Zoom, saya tidak mau. Harus bertemu langsung. Dua hari silam managemen AJK mengirimkan skema pengembalian dana dan pembayaran bung.

Di mana Rp1 miliar ke atas akan dibayarkan secara bertahap tiap tahun dan berakhir pada 2026," kata Inggard lagi. Dalam pertemuan semalam, Inggard didampingi dua penasehat hukumnya M Arief dan Ali Lubis. Ali Lubis menyatakan bahwa Senior Principle Agen Yugo Gunawan, Manager Marketing Sinaga, dan Agen Hadi Hendratmo diminta membantu meyakinkan managemen AJK agar segera mengembalikan dana milik Inggard.

"Jika tidak mau membantu mendorong managemen AJK untuk mengembalikan dana Pak Inggard akan ditempuh proses hukum, di mana ketiga orang tersebut, dan Dirut AJK Kurniadi telah melakukan tindak pidana penipuan," kata Ali Lubis.

Menurut Ali.Lubis, Yugo, Sinaga dan Hadi telah menikmati bonus dari kepesertaan Inggard Joshua sebagai pemegang polis dengan nilai mencapai Rp80 miliar.

"Pasti ada bonus yang diterima oleh Hadi, Sinaga dan Yugo, sehingga mereka bisa dijerat pasal penipuan, karena terjadi keterlambatan pembayaran bunga dan sulitnya manarik dana yang merugikan nasabah," ucap Ali.