logo

Pikada Surabaya, Jumlah Relawan Pendukung MA Terus Bertambah

 Pikada Surabaya, Jumlah Relawan Pendukung MA Terus Bertambah

Salah satu kegiatan Remaas saat Idul Adha
01 Agustus 2020 22:01 WIB
Penulis : Andira

SuaraKarya.id - SURABAYA: Dukungan untuk Machfud Arifin (MA) jelang pilkada Kota Surabaya Desember 2020 mendatang terus meningkat. Salah satu elemen Relawan MA Arek Surabaya (Remaas) bahkan mengklaim sudah berhasil menggaet lebih dari 5.000 massa.

Menurut Ketua Remaas, Yayuk Sri wahyuningsih, angka 5.000 itu merupakan jumlah pemegang Kartu Pelayanan Masyarakat (KPM) yang dikeluarkan Remaas. "Tiap hari jumlahnya bertambah 100-150 orang dari even rutin Remaas yang mengajak masyarakat hidup sehat," ujarnya, Sabtu (1/8/2020).

Pihaknya memastikan KPM yang ada barkode-nya itu memiliki akurasi data sangat valid. Masyarakat bisa memiliki KPM itu setelah direkomendasi oleh koordinator tingkat RW, koordinator kelurahan, kecamatan dan koordinator wilayah.

Remaas sendiri saat ini sudah mendirikan 1.405 posko yang tersebar di seluruh RW di Kota Surabaya. Mereka juga memiliki posko tingkat RT di 390 titik sehingga total posko untuk pemenangan MA itu mencapai 1.705 buah.

Berbeda dengan posko dukungan bacawali lain, posko yang dijadikan tempat menampung aspirasi warga ini, juga dijadikan tempat penjualan sembako murah. Harga beras premium yang di pasaran dijual lebih dari Rp10 ribu itu, diberi subsidi agar bisa didapat di posko dengan harga Rp7.000.

Menurut Yayuk, sejak awal posko ini memang disediakan untuk menampung aspirasi dari bawah. "Posko-posko ini juga kami jadikan ajang pemberdayaan ekonomi. Apalagi saat ekonomi masyarakat sedang menurun tajam, karena terimbas pandemi Covid-19 seperti sekarang," ujarnya.

Bahkan belakangan, pihaknya juga siap menggelar Job Fair untuk menampung masyarakat korban pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat terimbas pandemi virus asal Wuhan tersebut. Job Fair ini lebih diarahkan untuk para pemegang KPM.

Pada bagian lain, Dewan Pembina Relawan Machfud Arifin, dr David Andreasmito menyebut sebetulnya ada banyak elemen massa yang bergabung untuk pemenangan mantan kapolda Jatim tersebut. "Tapi dari banyak elemen itu, hanya Remaas yang bekerja power full menembus hingga ke pelosok kampung," ujarnya.

Pengusaha yang suka berderma ini mengaku sudah satu ide dengan Yayuk yang juga Ketua UMKM Bersinar Surabaya. Mereka  memastikan akan terus mengaktifkan kegiatan ekonomi di posko tersebut, hingga pasca pilkada. "Lepas dari soal MA menang pilkada atau tidak, kami tetap berkomitmen untuk terus mengaktifkan posko ini," ujarnya.

Untuk tahap awal, kata dia, posko bermisi pemberdayaan ekonomi ini memang baru sebatas fokus pada penjualan sembako. Tapi dari pos kelompok masyarakat paling kecil ini, pihaknya bisa melakukan pemetaan potensi masyarakat yang kelak akan dikembangkan dalam wadah koperasi.

Tapi diakui, posisi MA sebagai wali kota bila terpilih nantinya, bakal semakin memuluskan harapannya untuk mensejahterakan masyarakat kota Surabaya dari bawah. "MA sudah selesai dengan dirinya sendiri. Dia bersedia maju ikut bursa wali kota setelah saya ajak masuk perkampungan kumuh. Melihat kehidupan orang miskin, yang masih banyak bertebaran di Kota Surabaya," ujarnya.***