logo

Dirlantas: Arus Balik, 200 Ribu Kendaraan Bakal Lewati Jateng

Dirlantas: Arus Balik, 200 Ribu Kendaraan Bakal Lewati Jateng

01 Agustus 2020 16:15 WIB
Penulis : Andira

SuaraKarya.id - SURABAYA: Semua pihak diminta mewaspadai lonjakan kendaraan pada arus balik Idul Adha 1441 yang diperkirakan terjadi pada Minggu (2/8/2020).  Polisi memperkirakan akan ada sekitar 200 ribu kendaraan yang melewati Jawa Tengah menuju Jabodetabek. 

Menurut Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Arman Achdiat SIK MSi, prediksi itu mengacu pada lonjakan arus mudik yang terjadi pada Kamis (30/7/2020). "Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak yang berwenang untuk menjaga, agar lonjakan itu tidak menyebabkan kemacetan parah," ujarnya, Sabtu(1/8/2020).

Sebelumnya dilaporkan, ada 200 ribu lebih kendaraan yang keluar dari Jakarta melalui jalan tol pada arus mudik Kamis dan Jumat.  Lonjakan arus mudik itu memicu kemacetan panjang di ruas tol Jakarta-Cikampek. 

Lonjakan  arus di tol itu, mengarah ke wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta dan sebagian ke Jawa Timur. Jumlah itu belum termasuk kendaraan yang masuk melalui jalur biasa.

Realita itu, kata dia, menjadikan arus balik berpotensi mengalami lonjakan serupa. Selain jalan tol, jalur  biasa juga berpotensi mengalamj lonjakan, sehingga harus diwaspadai agar Kamseltibcarlantas (keamanan, keselamatan,  ketertiban, kelancaran lalu lintas) tetap terjaga.

Arman mengimbau agar masyarakat yang akan berkendara untuk mempersiapkan semua kebutuhan, kelengkapan surat dan peralatan pendukung. "Surat-surat seperti SIM dan STNK, wajib ada. Peralatan PPPK dan segitiga pengaman, tidak boleh dilupakan. Persediaan minum dan makan darurat juga perlu," ujarnya.

Pihaknya juga meminta pengendara untuk tidak lupa mengecek saldo uang elektroniknya, agar tidak mengganggu kelancaran lalu lintas. Termasuk masker dan hand sanitizer, juga perlu dipersiapkan untuk keselamatan sendiri di era Covid-19 seperti sekarang.

Jajaran Polda Jateng, kata Arman, sudah menyiagakan personel di pos-pos pengamanan yang ada,  menyiapkan 73 petugas PJR di ruas tol, hingga petugas untuk melaksanakan Turjawali (pengaturan, penjagaan , pengawalan dan patrol) di beberapa ruas.

Jateng sendiri memiliki 26 exit tol dengan 3 jalur panjang yaitu Adiwerna Tegal Slawi – Gandulan Pemalang sepanjang 30 km, Gandulan – Pekalongan 30 km dan yang terpanjang Kandeman – Weleri 36 km. Dirlantas mengimbau para pengelola angkutan barang, agar sebisa mungkin menyesuaikan jadwal perjalanan armadanya dengan memperhitungkan kemungkinan terjadinya puncak arus balik. 

Penjadwalan yang baik, kata dia, diperlukan untuk efisiensi, karena jika berada di arus padat, kebutuhan bahan bakarnya melonjak, dan faktor risikonya juga mengalami kenaikan.  Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat sudah mengeluarkan himbauan  agar mobil barang dengan sumbu 3 atau lebih untuk tidak kembali ke Jakarta melalui jalan tol selama periode libur Idul Adha agar mengurangi kemacetan. 

Menurut Arman, himbauan itu memang diperlukan bagi semua pihak termasuk pengelola angkutan barang. “Kami hanya bisa mengimbau, tidak bisa melarang karena tidak ada dasar pelarangannya," ujarnya.***

 

Editor : Gungde Ariwangsa SH