logo

Kemensos Dan Polri Tindak Tegas Penyelewengan Bansos Sembako

Kemensos Dan Polri Tindak Tegas Penyelewengan Bansos Sembako

Sekjen Kemensos Hartono Laras. (foto, ist)
31 Juli 2020 23:30 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara pastikan tidak akan mentoleransi dan akan menindak tegas setiap penyelewengan dalam distribusi bantuan sosial (bansos) sembako. Untuk memastikan hal itu,

Kemensos akan terus memperkuat kerja sama dengan kepolisian. "Bansos sembako ini kan didistribusikan sebagai bagian tugas negara kepada Kemensos, untuk menanggulangi dampak pandemi Covid-19. Sebagai bantuan bencana, kami tidak memberikan toleransi bagi setiap penyelewengan," tutur Mensos, di Jakarta, Kamis (30/7/2020).

Selain itu, pengadaan bantuan sosial termasuk bansos sembako dilakukan dengan anggaran APBN. “Sehingga, wajib hukumnya setiap belanja anggaran negara, dilakukan dengan memperhatikan prinsip-prinsip akuntabilitas,” katanya.

Terkait dengan proses hukum terhadap makelar bansos yang kini ditangani Polda Metro Jaya, Mensos memberikan apresiasi kepada Polri. Dia memastikan Kemensos akan terus bekerja sama dengan Polri dalam penertiban dan penanganan terhadap penyelewengan bansos sembako.

Dalam kesempatan berbeda, Sekjen Kemensos Hartono Laras menyatakan, proses kasus ini ke ranah hukum memiliki makna penting. Kemensos terus berupaya untuk tidak memberi celah terjadinya penyelewengan dan menindak dengan tegas setiap ada penyelewengan.

Di lain pihak, keterangan T (yang telah ditetapkan sebagai tersangka), yang menyatakan punya kerja sama dengan Kemensos, juga merugikan Kemensos. “Dalam kasus ini citra Kemensos juga dirugikan karena mengaku-ngaku punya hubungan dengan Kemensos padahal tidak ada. Perlu ada tindakan yang tegas untuk menimbulkan efek jera,” terangnya.

Tindakan tegas juga sejalan dengan meningkatnya nilai/jumlah anggaran Kemensos untuk penanganan dampak Covid-19. “Tentu dalam penggunannya harus akuntabel dan transparan, dan tidak ada ruang untuk terjadinya penyimpangan," ujar Sekjen Kemensos.

Editor : Gungde Ariwangsa SH