logo

Dirjen Rehsos: Keluarga Tempat Terbaik Pengasuhan Anak

Dirjen Rehsos: Keluarga Tempat Terbaik Pengasuhan Anak

Dirjen Rehsos Kemensos Harry Hikmat.(foto,ist)
31 Juli 2020 01:44 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial (Dirjen Rehsos Kemensos) Harry Hikmat, pada Webinar Anak Disabilitas Pemahaman dan Pemenuhan Hak, yang diselenggarakan Save The Children dan Disability Rights Fund, dari Jakarta, Selasa (28/7/2020) memaparkan Kebijakan Pemerintah Dalam Pemenuhan Hak Anak Disabilitas Dalam Penerapan Adaptasi Kenormalan Baru.

Dia menyampaikan, pemerintah berupaya keras, agar Convention on the Rights of Persons with Disabilities (CRPD) bisa diterapkan secara konsekuen sesuai dengan konvensi internasional. Maupun, peraturan perundang-undangan yang telah ditetapkan (UU No 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas).

Dikemukakannya, ada sejumlah peraturan turunannya seperti PP, Perpres, Permen yang harus segera mungkin dirumuskan dan ditetapkan. Sehingga, membutuhkan masukan dari berbagai pihak.

“Kita memahami ada UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas dan sejumlah peraturan perundang-undangan lainnya, yang sangat erat dengan pemenuhan hak-hak Penyandang Disabilitas termasuk kelompok umur anak," tutur Harry.

UU Nomor 8 tahun 2016 mengamanatkan, sejumlah PP yang segera diterapkan dan beberapa PP sudah dirumuskan sebagai bentuk perwujudan keinginan pemerintah. Untuk memberikan kepastian hukum pemenuhan hak-hak Penyandang Disabilitas.

Anak yang mengalami disabilitas, ujarnya, termasuk anak yang membutuhkan perlindungan khusus sesuai UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Anak disabilitas mempunyai keterbatasan fisik, mental, spiritual, intelektual dan sensorik dalam jangka waktu lama.

Sehingga, ketika berinteraksi dengan lingkungan seringkali menemui hambatan. Selain pula, sikap dari masyarakat yang seringkali menyulitkan untuk memberikan kesempatan pada anak-anak disabilitas. Untuk dapat berpartisipasi penuh dan efektif atas dasar kesetaraan hak.

“Saya senang tadi Paul, Rafael menyampaikan ada minat dan bakat yang sudah diaktualisasikan. Saya kira ini anak-anak bisa mengaktualisasikan potensi yang dimiliki atas dasar respek dari orang tua, pengasuhan dan perlindungan dari orang tua dan keluarganya," ungkap Harry.

Anak-anak dengan disabilitas bisa berhasil di masa depan, apabila ada tanggungjawab keluarga. Masyarakat pada umumnya bisa memahami keterbatasan, memberikan respek dan perlindungan, serta berusaha keras memenuhi hak-hak anak.

Dalam situasi bencana, anak dengan disabiltas membutuhkan perhartian, perlindungan dan pertolongan apalagi di masa pandemi covid-19.

"Tantangan kita adalah bagaimana anak penyandang disabilitas bisa mendapatkan layanan rehabilitasi, bantuan sosial, mendapatkan perlindungan khusus, perawatan dan pengasuhan dari keluarga /keluarga pengganti, pemenuhan kebutuhan khusus, perlakuan yang sama dan pendampingan sosial," papar Dirjen Rehsos Harry Hikmat.

Pada situasi pandemi, anak disabilitas memiliki risiko dari yang rendah hingga tinggi. Apabila orangtua dan keluarganya memberikan perlindungan, pengasuhan dan memenuhi hak anak dengan baik risiko bisa ditekan.

Penting untuk membangun kesadaran masyarakat, betapa penting memberikan pengasuhan, perlindungan, pemenuhan hak anak berbasis orang tua, keluarga dan komunitas. Dalam situasi pengasuhan yang tidak layak, muncul risiko yang tidak diharapkan.

Seperti anak-anak tidak tahu harus berperilaku ketika orang tuanya terkonfirmasi positif covid-19. Ada gangguan dari orang tua untuk memberikan pengasuhan yang terbaik.

Akan muncul masalah seperti anak menjadi takut, cemas/anxiety, depresi bahkan stress. Ini membutuhkan layanan lebih lanjut seperti konseling, bimbingan, hotline dan sebagainya. Kemensos sudah berkirim surat ke Kemendikbud, agar memberikan perhatian yang serius kepada anak penyandang disabilitas, memastikan inklusi di sekolah dan sekolah khusus/luar biasa, berbagai kebutuhan anak disabilitas termasuk kelompok anak disabilitas dari keluarga yang tidak mampu.

Gambaran risiko penting untuk memastikan respon yang akan dilakukan. Respon untuk melakukan manajemen kasus menjadi sangat penting, melalui sebuah layanan rehabilitasi, psikososial, konseling, maupun rujukan serta bantuan sosial. Penting untuk memberikan kesempatan yang luas untuk aksesibilitas bagi anak disabilitas/ orang tua/ keluarganya untuk mendapatkan pelayanan-pelayanan sosial (rujukan, hotline/contact center, penjangkauan).

Perlu ada asesmen yang komprehensif terhadap resiko yang memperhatikan aspek psikososial, medis, fisik, mental dan lainnya. Respon darurat menjadi suatu hal yang urgen, ketika anak/orang tua terpapar covid-19.

Kemensos berkoordinasi dengan satgas Covid-19 dan Kementerian Kesehatan, agar jangan sampai ada anak yang terkonfirmasi positif Covid-19 tidak mendapatkan respon darurat sesuai dengan SOP penanganan Covid-19.

Editor : Dwi Putro Agus Asianto