logo

Muktamar Muhammadiyah Ditunda, Payung Hukum Disiapkan

Muktamar Muhammadiyah Ditunda, Payung Hukum Disiapkan

Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta, Prof Sofyan Anif
13 Juli 2020 15:29 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah yang akan digelar di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Solo, Jawa Tengah ditunda hingga Juli 2021 mendatang karena pandemi Covid-19. Menurut Ketua Panitia Penerimaan Peserta Muktamar Muhammadiyah ke-48, Prof Sofyan Anif, pimpinan pusat Muhammadiyah tengah menyiapkan payung hukum terkait pengunduran acara tersebut.

"Sudah ada keputusan dari pimpinan pusat jika muktamar diundur Juli tahun depan. Tapi harus ada payung hukumnya, apakah ini masa demisioner atau tidak," jelas Sofyan Anif yang juga Rektor UMS itu kepada wartawan di Kampus UMS Solo, Jawa Tengah, Senin (13/7/2020).

Untuk menyiapkan payung hukum tersebut, pada hari Minggu (19/7/2020) mendatang akan dilakukan sidang tanwir. Pimpinan pusat dan daerah serta panitia muktamar akan dilibatkan dalam pembahaan payung hukum tersebut.

"Prediksi saya ada pengunduran masa jabatan pimpinan pusat Muhammadiyah," katanya.

Sementara itu, pembangunan Edutorium UMS yang akan digunakan sebagai lokasi muktamar ditargetkan selesai pada akhir September mendatang. Sebelumnya ditargetkan selesai pada bulan Februari 2020 tetapi mundur hingga Juni 2020.

"Tapi minta mundur 100 hari lagi sehingga ditargetkan selesai September mendatang. Pengunduran penyelesaiakan gedung ini karena terdampak Covid-19 dan bukan alasan politik atau apa," katanya lagi.

Lebih lanjut Rektor UMS mengatakan pembangunan Edutorium UMS senilai sekitar Rp280 miliar itu saat ini telah mencapai 95 persen.

"Kurang di ruang meeting utamanya. Sudah 95 persen," ujarnya.

Edutorium UMS tersebut dibangun dengan arsitektur gedung mirip dengan Allianz Arena, kandang klub sepak bola Bayern Munich di Munich, Jerman. Gedunh tersebut menempati lahan di Edupark, kompleks UMS, Solo dan mampu menampung 10 ribu hingga 12 ribu orang.

"Untuk peserta muktamar diperkirakan akan berkurang karena dengan adanya penundaan hingga tahun depan maka akan dilakukan juga penyederhanaan pelaksanaan muktamar," pungkasnya. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto