logo

Gubernur Papua Barat Bakal Dihadirkan Untuk Sidang Wahyu Setiawan

Gubernur Papua Barat Bakal Dihadirkan Untuk Sidang Wahyu Setiawan

KPK
12 Juli 2020 20:37 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Persidangan kasus eks Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, semakin menarik sekaligus memanas. Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan didesak untuk dihadirkan ke persidangan agar kasus tersebut terang benderang.

Saiful Anam, kuasa hukum Wahyu Setiawan, mengatakan, desakan menghadirkan Dominggus sejalan dengan adanya fakta persidangan yang menyebutkan adanya dugaan keterlibatan Gubernur Dominggus pada kasus suap tersebut. Antara lain dalam siding di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (9/7/2020).

Sekretaris KPU Papua Barat Rosa Muhammad Thamrin Payapo mengakui telah mentransfer uang sebesar Rp 500 juta kepada Wahyu Setiawan melalui rekening istri dari sepupunya. Uang itu diakui Thamrin berasal dari Gubernur Dominggus terkait dengan proses seleksi calon anggota KPU Provinsi Papua Barat periode 2020-2025. Ada dugaan, uang itu diberikan kepada Wahyu agar dibantu dalam proses seleksi hingga orang asli Papua lolos menjadi anggota KPU Papua Barat.

Keterangan Muhammad Thamrin itu sesuai pula dengan dakwaan  JPU KPK Takdir Suhan. ”Sekretaris KPUD Papua Barat mengaku dugaan uang suap tersebut disediakan atau berasal dari Gubernur Papua Barat. Karena itu, kami meminta agar Gubernur Dominggus dihadirkan dalam persidangan," ujar Saiful Anam, Minggu (12/7/2020).

"Aneh kalau dia tidak tersentuh. Keterangannya diperlukan agar fakta persidangan tidak terputus dan kasus ini semakin terang benderang,”  katanya.

Plt Jubir KPK Ali Fikri juga mengakui, tidak tertutup kemungkinan KPK menghadirkan saksi-saksi lain yang tidak ada dalam berkas perkara, termasuk Gubernur Papua Barat. Namun, dia meminta masyarakat untuk mengikuti terlebih dahulu persidangan yang saat ini sedang berlangsung.

Wahyu Setiawan saat ini menjadi terdakwa dalam kasus yang lain bersama kader PDI Perjuangan Agustiani Tio Fridelina. Keduanya didakwa menerima suap Rp 600 juta dari kader PDIP Harun Masiku agar mengupayakan pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR RI Riezky Aprilia sebagai anggota DPR RI daerah pemilihan Sumatera Selatan (Sumsel) 1 kepada Harun Masiku. Namun Harun Masiku sampai saat ini belum diketahui di mana rimbanya.

Selain dari buronan Harun Masiku, Wahyu juga diduga menerima suap atau gratifikasi dari Gubernur Papua Barat terkait proses seleksi anggota KPUD. Menurut Ali Fikri, dalam persidangan jaksa KPK akan membuktikan rangkaian perbuatan Wahyu maupun pihak lain seperti Dominggus Mandacan, juga Rosa Muhammad Thamrin Payapo. Jika fakta-fakta persidangan terungkap dengan pertimbangan putusan majelis hakim, maka terbuka kemungkinan KPK akan menetapkan pihak lain seperti Dominggus maupun Muhammad Thamrin sebagai tersangka.

”Jika fakta-fakta persidangan nanti benar terkonfirmasi dan diperkuat pula dengan pertimbangan putusan majelis hakim serta berdasarkan analisa mendalam ditemukan dua bukti permulaan yang cukup, maka KPK tentu tidak segan menetapkan pihak lain sebagai tersangka,” ujar Ali.

Editor : Dwi Putro Agus Asianto