logo

Kejagung Intensifkan Terus Pengusutan Kasus Importasi Tekstil India

Kejagung Intensifkan Terus Pengusutan Kasus Importasi Tekstil India

Kejaksaan Agung
11 Juli 2020 20:44 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Kemungkinan masih bertambah tersangka baru di samping untuk melengkapi berkas-berkas kasus tersangka jadi alasan penyidik Kejaksaan Agung melakukan pengusutan secara intensif atas kasus dugaan korupsi dalam importasi tekstil dari India.

Untuk tujuan tersebut penyidik Kejaksaan Agung terus mencari, mencermati alat bukti dan memanggil saksi-saksi demi kepentingan penuntasan secara menyeluruh kasus tersebut. “Penyidik masih terus bekerja keras menangani kasus itu,” ujar Kapuspenkum Kejagung RI Hari Setiyono di Jakarta, Sabtu (11/7/2020).

Sebagaimana diketahui, Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) RI kembali melakukan pemeriksaan terhadap 3 orang saksi terkait perkara dugaan kolusi penyalahgunaan kewenangan dalam importasi tekstil pada Dirjen  Bea dan Cukai Tahun 2018-2020, di Kejagung, Kamis (9/7/2020). Mereka adalah Dadang Sulfandri selaku Kepala Bidang Inspeksi Umum PT Sucofindo, David Maulana selaku Inspektur pada PT Sucofindo Cabang Batam dan Mahayo Pudjiarto selaku Direktur CV Kahuripan Jaya.

“Pemeriksaan saksi tersebut dilakukan guna mencari serta mengumpulkan bukti tentang tata laksana proses importasi barang (komiditas dagang) dari luar negeri khususnya untuk tekstil dari india yang mempunyai pengecuali tertentu dengan barang importasi lainnya serta mencari fakta bagaimana proses pengukuran volume kapal yang dilaksanakan oleh tim drafting PT Sucofindo," demikian Hari Setiyono.

Para saksi itu diperiksa sebagai saksi terhadap 4 pejabat Kantor Palayanan Utama Bea dan Cukai Batam yang telah terlebih dahulu ditetapkan tersangka dan 1 orang dari perusahaan importir. "Pemeriksaan para saksi dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid 19. Semua dilaksanakan dengan memperhatikan jarak aman antara saksi dengan Penyidik yang sudah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap serta bagi para saksi wajib mengenakan masker dan selalu mencuci tangan menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah pemeriksaan. Ini juga merupakan sosialisasi dalam pencegahan penularan Covid-19,"  tutur  Kapuspenkum.  

Editor : Gungde Ariwangsa SH