logo

Kasus Pencabulan Bocah Jadi Perhatian Wali Kota

 Kasus Pencabulan Bocah Jadi Perhatian Wali Kota

Tersangka pencabulan, Ismawan (56)
11 Juli 2020 18:54 WIB
Penulis : Andira

SuaraKarya.id - SURABAYA: Empat bocah dibawah umur menjadi korban pencabulan Ismawan (56), di rumah gubugnya di kawasan Pemakaman Mbah Ratu, Surabaya Utara. Kasus pedofilia ini mengusik perhatian Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini yang mengajak psikiater menemui para korban untuk membantu memulihkan traumanya pasca pencabulan.

Wali Kota Surabaya melakukan pertemuan tertutup dengan para korban dan orangtuanya itu di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Sabtu (11/7/2020). "Kami ingin melihat langsung bagaimana kondisi anak-anak ini dan orang tuanya. Kami berikan pendampingan psikiater untuk memulihkan trauma mereka," ujarnya.

Kasus dugaan pedofilia yang dilakukan petugas jaga makam itu, terungkap saat dua bocah perempuan berusia 8 dan 5 tahun mengeluhkan  sakit pada kemaluannya, kepada orang tuanya. Saat ditanya, keduanya mengaku telah dicabuli oleh tersangka Ismawan.

Tidak terima anak gadisnya diperlakukan tidak senonoh, mereka langsung melaporkan kasus itu ke polisi. Selain dua bocah perempuan, laporan itu juga datang dari bocah laki-laki yang mengaku menjadi korban ulah bejat pelaku.

Polisi yang bergerak cepat, langsung mengamankan pelaku berikut barang bukti pakaian dan alas tidur yang ada di gubuknya. Kepada polisi, pelaku mengaku mengiming-imingi para korbannya dengan jajan, uang, dan melihat video Tik-Tok menggunakan ponselnya. "Itu modus yang dilakukan tersangka," ujar Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyoningrum, Jumat (10/7).

Dari penyidikan, para korban itu dicabuli saat bermain di area pemakaman. Setelah terbuai bujukan pelaku, para korban di raba di bagian tubuh tertentunya, diciumi dan diraba bagian kemaluannya.

Pelaku menggesek-gesekkan kemaluannya pada kemaluan korban perempuan. Sedangkan korban laki-laki bahkan ada yang diminta untuk mengoral kemaluan tersangka. Para korban trauma karena diancam kalau melaporkan tindakannya kepada orang tua.

Dari hasil pertemuan dengan wali kota, terungkap bahwa ada korban yang ternyata sudah tidak punya orang tua. "Kami akan memberikan pendampingan psikiater untuk memulihkan trauma mereka," ujarnya yang siap membantu hal yang dibutuhkan para korban.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto