logo

Dirjen Rehsos Kunjungi Komunitas Pemulung Salurkan Bansos

Dirjen Rehsos Kunjungi Komunitas Pemulung Salurkan Bansos

Dirjen Rehsos Harry Hikmat (kiri) menyerahkan bansos pada seorang pemulung.(foto,ist)
10 Juli 2020 20:07 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - SEMARANG: Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial menyalurkan bantuan sosial (bansos) sebanyak 974 paket sembako untuk wilayah Jawa Tengah (Jateng). Bansos sembako tersebut didistribusikan ke sejumlah wilayah. Yakni 371 paket sembako untuk Kabupaten Semarang, 118 paket sembako untuk Kota Semarang, serta 485 paket sembako untuk Kota Surakarta.

"Di situasi pandemi ini, Kemensos Hadir untuk bisa mengurangi resiko dampak dari pandemi Covid-19 dengan menyalurkan bansos sembako," kata Dirjen Rehsos Harry Hikmat, di pendopo Kabupaten Semarang, Jateng, Rabu (8/7/2020).

Dikemukakannya, per 7 Juli 2020, tercatat sebanyak 66.226 kasus Covid-19 di Indonesia. Baginya ini kondisi yang mengkhawatirkan. "Kewaspadaan kita harus tetap dijaga. Di era normal baru bukan berarti bebas (tanpa masker, tanpa jaga jarak dan tanpa jaga kebersihan). Tetap jalani Protokol Kesehatan. Mari perteguh keyakinan kita untuk berperilaku bersih dan sehat," ungkapnya.

Bansos sembako ini merupakan hasil refocusing, anggaran di lima Direktorat yang ada di Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial. Yakni di antaranya, Direktorat Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang, serta Direktorat Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas.

Bansos, terang Dirjen Rehsos, diberikan pada kelompok rentan seperti pengemis, pemulung, mantan narapidana teroris, penyandang disabilitas, serta warga terlantar lainnya. Yang merupakan binaan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) sebagai mitra Kemensos.

LKS tersebut yaitu LKS Rumah Pancasila, LKS Keramas, LKS Batang, LKS Lentera dan LKS Gaya Mahardika.

Di bagian lain, Bupati Semarang. Mundjirin menyampaikan harapannya, semoga bantuan sembako ini dapat bermanfaat bagi warga pada masa pandemi ini. "Terimakasih Kemensos, dinsos dan LKS yang terus membangun kesejahteraan bagi Penerima Manfaat," ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Sosial Kota Surakarta, Tamso. "Terima kasih warga kami diberi bantuan. Semoga bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Ini wujud Kemensos hadir, selalu hadir untuk membantu," katanya di aula Dinas Sosial Kota Surakarta.

Pada Kesempatan ini, Dirjen Rehsos juga menyambangi komunitas pemulung di wilayah Bawen, Semarang. Dia memberikan bansos sembako sekaligus berdialog dengan anggota komunitas.

Lokasi ini merupakan lokasi pengepul barang bekas hasil rongsokan seperti kardus dan kertas bekas. Di masa pandemi, kata Ketua Komunitas Kumedi Sarkim, banyak para pemulung yang berkurang pendapatannya karena banyak perkampungan ditutup, pemulung sulit mencari barang bekas.

Seorang pemulung Ratri mengatakan, dalam sehari dirinya mampu mendapatkan sedikitnya 100 sampai 150 kg barang rongsokan di kondisi sebelum ada Pandemi Covid-19. Maka pendapatnya per hari kurang lebih Rp. 25 ribu.

"Mudah-mudahan besok dapet Bansos lagi, supaya kita ini pada semangat cari uangnya, kata Ratri, Ibu 2 anak yang baru saja ditinggal meninggal oleh suaminya pada 22 Juni lalu.

Pemberdayaan di komunitas menjadi salah satu bentuk implementasi Asistensi Rehabilitasi Sosial untuk menghilangkan stigma negatif masyarakat terhadap pemulung. Selama ini, kata Kumedi Sarkim,, pemulung tidak dihargai, dianggap seperti orang gila, kotor, pengemis bahkan maling.

Ke depan, Dirjen Rehsos ingin para pemulung mandiri dan tidak didiskriminasi, tidak hanya sebagai pemulung barang bekas. Tapi juga bisa mendaur ulang kardus dan kertas hasil rongsokan menjadi barang yang bernilai ekonomi.

Editor : Gungde Ariwangsa SH