logo

Teknik Reklamasi Sistem Alur Diterapkan Di Lahan Pasca Tambang Tuban

  Teknik Reklamasi Sistem Alur Diterapkan Di Lahan Pasca Tambang Tuban

10 Juli 2020 19:43 WIB
Penulis : Andira

SuaraKarya.id -
SURABAYA: Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menerapkan teknik reklamasi sistem alur di lahan pascatambang pabrik Tuban, Jawa Timur. Penerapan teknik reklamasi sistem baru itu diklaim sebagai bentuk komitmen mereka untuk selalu menjaga kelestarian alam dalam menjalankan kegiatan operasionalnya.

Menurut General Manager of Mining & Raw Material SIG, Musiran, sistem alur digunakan karena dinilai lebih ramah lingkungan dan efisien dibandingkan teknik reklamasi pada umumnya. "Teknik sistem alur dilakukan dengan membuat lubang berbentuk alur memanjang seperti parit dengan dimensi tertentu sebagai media tanam," ujarnya, Jum'at (10/7/2020).

Selama ini, kata dia, metode reklamasi pascatambang batu kapur di pabrik Tuban  dilakukan adalah menutup seluruh permukaan dengan top soil. Metode ini diangap kurang efesien karena membutuhkan top soil yang banyak.

Sebaliknya, teknik sistem alur ini sangat cocok diterapkan karena lebih efisien, disamping faktor keterbatasan cadangan top soil di area tambang batu kapur. ”Jika menggunakan metode biasa, reklamasi dengan penanaman bibit pohon pada area 1 hektar membutuhkan top soil mencapai 3.000 m3, namun dengan teknik alur ini kebutuhan top soil hanya 800 m3 saja," ujarnya.

Sistem ini, kata dia, terbukti mampu menghemat top soil sebesar 70% dibanding metode konvensional, tanpa mengurangi tingkat keberhasilan reklamasi. Penerapan sistem alur, kata dia, dapat menekan biaya hingga mencapai 63% dengan tingkat keberhasilan reklamasi lebih dari 85%.

Teknik reklamasi sistem alur itu sendiri diklaim sebagai inovasi baru dari SIG dan pertama di Indonesia dan baru pertama kali diterapkan di lahan pascatambang batu kapur yang kini menjadi sarana edukasi, wisata dan hutan yang hijau. Sedangkan lahan pascatambang tanah liat dijadikan embung penampung air yang difungsikan oleh masyarakat untuk budidaya ikan dan pengairan lahan pertanian, sehingga mereka dapat bercocok tanam meskipun pada musim kemarau.

Hingga saat ini SIG telah mereklamasi lahan pascatambang seluas 271,50 hektar dengan  tanaman Jati, Johar, Mahoni, Sengon, Flamboyan, Trembesi dan Kesambi. Jumlah pohon yang ditanam mencapai  419.091 batang.***

Editor : Markon Piliang