logo

Asrama Mahasiswa Papua Terindikasi Berubah Fungsi Jadi Markas Komando Dari Kepentingan Separatis

Asrama Mahasiswa Papua  Terindikasi Berubah Fungsi Jadi Markas Komando Dari Kepentingan Separatis

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw. (Foto: Antara)
10 Juli 2020 00:33 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - JAYAPURA: Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw menyatakan keberadaan asrama mahasiswa Papua diberbagai kota di Indonesia terindikasi sudah berubah fungsi menjadi markas komando dari sebuah kepentingan.

Kapolda tidak menyebut kata separatisme, tapi dari penjelasan Kapolda selanjutnya, jelas kepentingan yang dimaksud adalah separatisme yakni berjuang untuk memisahkan Papua dari NKRI.

Karena itulah pihaknya berharap Pemprov Papua segera melakukan penertiban agar fungsinya sebagai asrama kembali, kata Irjen Pol Waterpauw di Jayapura, Kamis (9/7/2020). 

Diakui, untuk melakukan pembersihan dan penertiban dapat berkolaborasi dengan pusat mengingat fungsinya sudah berubah menjadi markas komando bagi Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) yang sebelumnya adalah Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Indonesia (AMPTI). 

AMP saat ini menguasai asrama yang dimotori aktor dari Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang ada hubungan dengan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP),  dan mereka punya struktur. ULMWP merupakan organisasi yang berjuang untuk memisahkan Papua dari NKRI.

"Kita sudah lama mengikutinya dari berbagai kota sebelum kejadian di asrama mahasiswa Papua di Surabaya yang berlokasi di jalan Kalasan 10 dimana mahasiswa tidak menerima kunjungan Gubernur Papua, bahkan mereka melakukan kekerasan kepada istri gubernur," ujar Waterpauw seraya berharap penertiban asrama dapat segera dilakukan.

Fungsi asrama harus dikembalikan sehingga para mahasiswa yang sedang menuntut ilmu dapat menggunakannya tanpa dipengaruhi kepentingan lainnya.

"Mahasiswa akan menjadi generasi emas yang akan memimpin Papua dimasa mendatang," ungkap Kapolda Irjen Pol Paulus Waterpauw dikutip Antara. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto