logo

Masjid Hadiah Dari Pangeran Abu Dhabi Segera Dibangun Di Solo

Masjid Hadiah Dari Pangeran Abu Dhabi Segera Dibangun Di Solo

Desain masjid hadiah dari Pangeran Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan mirip dengan Masjid Sheikh Zayed Grand Mosque Abu Dhabi
09 Juli 2020 22:43 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Masjid hadiah dari Pangeran Abu Dhabi, Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi)  akan segera dibangun di Kota Solo. Peletakan batu pertama pembangunan masjid yang akan dibangun di atas tanah seluas tiga hektar itu akan dilakukan Desember 2020.

"Groundbreaking pembangunan masjid Desember 2020 dan langsung dibangun. Pembangunan masjid ini kemarin disampaikan luas lahannya minimal 3 hektar," jelas  Utusan Dubes RI untuk Uni Emirat Arab (UEA) Husin Bagis, Setyo Wisnu Broto ditemui saat pengukuran arab kiblat masjid di Solo, Jawa Tengah, Kamis (9/7/2020).

Desain masjid yang akan dibangun di lahan bekas Depo Pertamina di Kampung Gilingan, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Solo tersebut akan dibuat mirip dengan masjid Sheikh Zayed Grand Mosque Abu Dhabi. Grand Mosque merupakan masjid terindah di dunia.

"Sebenarnya desain Masjid Sheikh Zayed Grand Mosque memiliki hak intelektual. Tapi oleh pangeran diberikan untuk Indonesia, nanti mereka akan memberikan supervisi karena desainnya mirip dengan Grand Mosque," jelasnya lagi.

Pembangunan masjid hadiah dari Pangeran Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan tersebut rencananya memakan waktu dua tahun. Karena detail desain masjid yang harus mirip dengan Grand Mosque di Abu Dhabi.

Lebih lanjut Wisnu mengatakan saat ini masih proses lelang untuk proses pembangunannya. Selain akan membangunkan masjid, Pangeran Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan  juga akan membangun Islamic Center.

"Untuk pendanaan disesuaikan dengan di Indonesia nanti pelaksananya dari sini. Presiden Jokowi sudah tahu kalau akan mulai dibangun bulan Desember, kami berharap Desember nanti beliau bisa hadir," katanya.

Masjid tersebut akan menjadi masjid termegah di Indonesia. Wisnu juga mengungkapkan pembangunan masjid di kota kelahiran Presiden Jokowi tersebut akan menjadi batu loncatan bagi negara di Timur Tengah untuk berinvestasi di Indonesia.

"Kemarin kita ngobrol dengan Pak Dubes,  bahwa pangeran dan pemerintah Uni Emirat Arab tertarik investasi di Indonesia," katanya lagi.

Investasi tersebut berupa terbentuknya ketahanan pangan serta ketahanan  energi di Indonesia. Bahkan pangeran juga berminat untuk investasi pembangunan kilang minyak di Cilacap.

"Karena terakhir kemarin Saudi Aramco sudah keluar dari sana. Dari UEA berminat menggantikan Saudi Aramco," ujarnya.

Sementara itu, sebagai tahap awal pembangunan masjid, dilakukan pengukuran arah kiblat masjid. Proses pengukuran ini melibatkan unsur Kementerian Agama (Kemenag) Solo, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammadiyah, NU dan Tim Falakiyah Kemenag RI.

"Untuk proses administrasi bulan ini selesai sekarang dilakukan pengukuran tanah dan arah kiblat. Kita harus cermat dalam pengukuran arah kiblat ini," tambah Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Solo, Mustain Ahmad pada kesempatan yang sama.

Pengukuran arah kiblat tersebut melibatkan juga dari petugas Kemenag Karanganyar dengan supervisi dari Kemenag Pusat. Selain menggunakan alat manual, pengukuran juga menggunakan satelit.

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan Kantor Pertanahan Solo untuk penerbitan sertifikat tanah. Semula tanah ini Hak Guna Usaha oleh Pertamina kemudian dilepas dan digunakan Kementerian Agama," pungkasnya. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto