logo

Mensos Apresiasi Pelayanan Puskesos Mudah Dan Tidak Rumit

Mensos Apresiasi Pelayanan Puskesos Mudah Dan Tidak Rumit

Mensos Juliari P Batubara (kiri) bersama Dirjen Dayasos Edi Suharto (tengah) dan Dirjen PFM Asep Sasa Purnama (kanan) meninjau Puskesos Desa Benda, Cicurug, Sukabumi.(foto,ist)
09 Juli 2020 22:07 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - SUKABUMI: Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara bersama Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial (Dirjen Dayasos) Edi Suharto dan Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin (Dirjen PFM) Asep Sasa Purnama meninjau pelayanan Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (9/7/2020).

Puskesos tersebut berdiri sejak tahun 2016, dan memiliki sumberdaya manusia (SDM) sebanyak 6 orang. Terdiri dari 1 orang kordinator, 2 orang Front Office, 2 orang Back Office, serta 1 orang Fasilitator.

Mensos menyempatkan diri untuk berinteraksi secara langsung dengan warga yang sedang menggunakan layanan Puskesos., melihat alur pelayanannya.

Melihat langsung cara petugas puskesos bekerja cepat dan tanggap atas keluhan-keluhan warga. "Ada berapa data DTKS-nya ?" tanya  Mensos pada petugas Puskesos. "Ada 7.612 Pak, yang sudah dapat program BPNT sebanyak 328," jawab petugas tersebut.

"Kira kira berapa lama prosesnya ?" lanjut Mensos, "Seminggu pak untuk prosesnya" jawab petugas lagi. Selain itu, Mensos juga melihat proses pendataan warga tidak mampu.

Salah satu warga yang ditemui saat itu menyampaikan keluhannya terkait PKH. Mensos pun menanyakan tentang proses pengusulan dan penanganan yang dilakukan oleh Front Office dan Back Office di Puskesos tersebut.

Keberadaan Puskesos sangat penting bagi warga miskin dan rentan. Layanan terkait perlindungan sosial serta program kesejahteraan sosial, terangnya, bisa cepat ditanggapi di Puskesos.

Layanan sosial lainnya juga dipermudah dengan adanya Puskesos. Seperti pendataan, pengaduan dan rujukan terkait PKH, BST, BPNT, KIP, KIS, KK, dan lainnya.

Saat ini, Puskesos juga menerima keluhan masyarakat terkait Bansos dalam penanganan Covid-19. Rata-rata petugas Puskesos Desa Benda, menerima 5 - 10 keluhan warga per hari.

Dengan dibekali fasiltas komputer, server, papan layanan informasi, menjadikan Puskesos Desa Benda siap melakukan pelayanan kepada masyarakat. Keluhan yang diterima selama pandemi Covid-19 ini beraneka ragam. Antara lain terjadinya double data, kartu BPNT/sembako error, dan keluhan tentang kualitas bantuan sosial.

Petugas memberikan informasi dan meregistrasi keluhan warga yang datang. Warga masyarakat yang melakukan pengaduan datang ke Puskesos membawa berkas pendukung seperti KTP dan KK.

"Contohnya pendataan warga tidak mampu, dicek lebih dulu warga tersebut terdaftar tidaknya di DTKS. Apabila belum terdaftar maka, akan dicatat datanya untuk diajukan masuk dalam DTKS," terang petugas Puskesos Rustinah.

Saat ini, ada 6.696 Puskesos-SLRT yang tersebar di desa atau kelurahan seluruh Indonesia. Puskesos mampu menyentuh masyarakat di level paling bawah yaitu di tingkat desa/kelurahan.

Selain itu, Puskesos juga bekerja sama dengan pilar-pilar sosial, aparat desa setempat, serta pemerintah daerah untuk menjawab keluhan masyarakat.

Editor : Dwi Putro Agus Asianto