logo

Kombes Pol Arman Achdiat Minta Pengerjaan Jalan Dilakukan Malam Hari

  Kombes Pol Arman Achdiat Minta Pengerjaan Jalan Dilakukan Malam Hari

08 Juli 2020 22:52 WIB
Penulis : Andira

SuaraKarya.id - SURABAYA: Proses perbaikan jalan nasional dan pengerjaan pemasangan pipa Pertamina di jalur rob sepanjang 2 km ruas Semarang–Demak mulai memicu kemacetan. Jajaran Ditlantas Polda Jateng akhirnya meminta pelaksaan proyek itu dilakukan malam hari, sebagai salah satu pilihan yang paling mungkin dilakukan untuk mengatasi kemacetan.

Menurut Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jateng, Kombes Pol Arman Achdiat SIK MSi, kemacetan karena perbaikan jalan mustahil dihindari. "Yang bisa dilakukan adalah mengurangi dampaknya dengan menggunakan manajemen waktu," ujarnya, Rabu (8/7/2020).

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak hingga akhirnya disepakati, bahwa pengerjaannya dilakukan di luar jam sibuk terutama di luar jam berangkat dan pulang kerja. Perwira lulusan Akpol 1992 ini juga berharap agar masyarakat pengguna jalan ruas Semarang–Demak dan sebaliknya, untuk ikut serta membantu mengurai kemacetan.

Arman kemudian meminta warga yang bekerja, agar berangkat lebih awal dari biasanya, agar punya cukup waktu untuk lolos dari jebakan kemacetan.
Partisipasi dan pengertian publik atas kemacetan dibutuhkan, karena  perbaikan jalan dan proyek pipa Pertamina untuk kepentingan bersama.

Meski percepatan pengerjaan telah diupayakan oleh pihak berwenang, tapi pihaknya tetap butuh waktu hingga beberapa bulan ke depan. Karena sebagian ruas jalan yang diperbaiki tidak dapat dipakai sementara waktu.

Untuk menjaga Kamseltibcarlantas (keamanan  keselamatan ketertiban dan kelancaran lalulintas), pihaknya sudah menginsentifkan penempatan petugas baik polisi maupun petugas dari dinas perhubungan di lokasi.  Keberadaan petugas di titik kemacetan merupakan prosedur standar, karena para pelaksana proyek dibantu polisi bekerjasama menekan potensi kemacetan agar tidak lebih parah lagi.

Arman juga berharap institusi pengelola media sosial official untuk membantu mensosialisasikan kondisi ruas jalan dari waktu ke waktu. Sehingga warga dari luar daerah yang akan melintasi, sehingga lebih siap secara psikologis, fisik dan memiliki waktu yang longgar untuk menyesuaikan diri.

Pengemudi kendaraan besar dari arah Jawa Timur menuju Jakarta lewat Pantura dan sebaliknya, juga bisa memilih jalan alternatif menghindari ruas Demak--Semarang pada jam sibuk. “Melintasi Demak sebaiknya perut kenyang. Istirahat secukupnya, supaya saat berada di titik macet dalam kondisi tenang,” ujarnya.

Seperti diketahui, proyek peninggian dan pengecoran jalan Pantura Semarang-Demak di KM 8 berimplikasi kemacetan panjang. Laju kendaraan besar macam truk dan bus sangat pelan karena jalan yang terlalu sempit.

Polisi setempat terpaksa memberlakukan contra flow menuju Demak seiring penutupan ruas yang sedang dikerjakan. “Mari berpikir positif. Kita dukung perbaikan jalan untuk kenyamanan bersama. Bagi yang melintas karena bekerja, sebaiknya berangkat lebih awal. Kendaraan kecil mungkin bisa lewat jalur-jalur alternatif," ujarnya.***

 

Editor : Gungde Ariwangsa SH