logo

Pemprov Jateng Akan Gelar Simulasi Evakuasi Pengungsi Merapi

 Pemprov Jateng Akan Gelar Simulasi Evakuasi Pengungsi Merapi

Ganjar Pranowo. (Foto: Istimewa)
08 Juli 2020 16:50 WIB
Penulis : Pudyo Saptono

SuaraKarya.id - SEMARANG: Meskipun levelnya masih waspada, namun aktivitas vulkanik Gunung Merapi terus mengalami peningkatan. Atas kondisi itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, akan menggelar simulasi pengungsi sesuai standar protokol kesehatan.

Ganjar menyampakan hal tersebut, saat memantau perkembangan terkini aktivitas vulkanis Gunung Merapi di pos pantau Balerante, Kabupaten Klaten, Rabu (8/7/2020).

Lewat layar monitor, Ganjar menyaksikan keadaan kawah yang terpantau CCTV. "Kita patut waspada. Terjadi peningkatan, namun melihat trennya, In Syaa Allah masih terkendali. Yang penting masyarakat selalu waspada," kata Ganjar.

Terdapat 3 wilayah rawan di Jateng bilabGunung Merapi erupsi. Yakni Klaten, Boyolali dan Magelang. Ganjar menyebut tingkat kesadaran bencana warga di 3 wilayah sudah baik. Hanya yang menjadi catatan, saat ini kondisinya masih dalam masa pandemi.

"Warga sudah siap. Cuma suasananya lagi pandemi, harus ada evakuasi. Juga harus ada tambahan tenaga medis yang bisa menjelaskan ke masyarakat saat mengungsi. Selain itu, desa paseduluran juga sudah siap," jelasnya.

Desa paseduluran atau sister village, merupakan kemitraan antardesa bila terjadi bencana, warga bisa langsung menuju desa paseduluran yang telah ditetapkan. Dengan adanya desa paseduluran, warga terdampak tidak bingung kemana harus mengungsi.

Ganjar menjelaskan, latihan evakuasi akan dilakukan secepatnya. Pihaknya juga masih menunggu sejumlah hal tuntas dikerjakan, termasuk jalur evakuasi.

"Simulasi akan kita lalukan dalam waktu dekat. Bagaimana cara mengungsi dan memastikan shelternya baik. Shelter baik itu yang sesuai protokol kesehatan Covid. Kalau itu kita siapkan, maka masyarakat akan peduli," tuturnya.

Selain manusia, latihan evakuasi juga bakal melibatkan hewan-hewan ternak milik warga. Saat terjadi erupsi sebelumnya warga yang sudah mengungsi sering tergoda untuk kembali ke rumah karena hewan ternaknya tertinggal.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto