logo

Bupati Luwu Dukung Penuh Gerakan Ketahanan Pangan Melalui Program READSI

Bupati Luwu Dukung Penuh Gerakan Ketahanan Pangan Melalui Program READSI

08 Juli 2020 03:55 WIB
Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id - LUWU: Program Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling-up Initiative atau READSI, hadir di 6 Provinsi dan 18 Kabupaten, termasuk di Kabupaten Luwu. Kementerian Pertanian berharap kegiatan ini berdampak positif dan bisa ikut menjaga ketahanan pangan.  

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menuturkan, pertanian harus bisa menyediakan pangan bagi 267 juta rakyat Indonesia. Untuk itu, pertanian harus tetap berjalan bagaimanapun kondisinya. Mentan SYL juga menekankan bahwa pertanian harus diisi dengan SDM yang memiliki kualitas.

“Lewat kegiatan READSI, kita ingin petani mengikuti perkembangan zaman. Pemerintah pusat akan terus berupaya memunculkan dan mensupport petani-petani milenial yang terus berinovasi untuk kemajuan pertanian,” tuturnya, Selasa (07/07). 

Sedangkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menegaskan jika pangan adalah masalah yang sangat utama.

“Namun, kita tidak bisa mengesampingkan SDM yang berperan dalam menentukan produksi pangan. Oleh karena itu pemerintah akan terus mendukung seluruh kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan pertanian, terutama kegiatan olah tanah, olah tanam, hingga masa panen oleh petani harus tetap berlangsung di tengah kondisi seperti saat ini,” paparnya.

Program READSI sendiri digelar dengan harapan daerah sasaran bisa menerima manfaat sehingga kemampuan kelompok tani miskin semakin meningkat. Khususnya dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengelolaan prioritas pembangunan mereka secara menyeluruh dan transparan sesuai dengan sumber daya yang dimilikinya serta peluang yang ada.

Di Luwu, kegiatan ini mendapatkan dukungan langsung Bupati Luwu H. Basmin Matta yang yang secara resmi memberikan sambutan dalam pembukaan ‘Annual Meeting Program READSI’. Kegiatan ini dilangsungkan di aula Kantor Bappelitbangda, Kabupaten Luwu. 

Dalam sambutannya, Bupati Luwu mengatakan Sasaran Program READSI adalah petani, termasuk Petani miskin yang aktif dan memiliki sumberdaya (termasuk lahan, dan lain-lain) yang berpotensi untuk meningkatkan taraf hidupnya dengan bantuan program READSI.

“Program READSI ini bertujuan memberikan pengetahuan, motivasi untuk lebih berkembang kepada para petani aktif yang nantinya bisa berkelanjutan sebagai “agen perubahan” untuk memotivasi petani lainnya terutama kelompok miskin untuk memperbaiki penghidupannya,” ujar H. Basmin Mattayang.

Menurutnya, di Kabupaten Luwu saat ini, banyak petani yang memiliki lahan luas namun kehidupannya di bawah garis kemiskinan. Hal ini disebabkan karena kurangnya edukasi, motivasi serta kepercayaan diri diberikan kepada para petani untuk lebih berkembang.

“Para pendamping, penyuluh maupun fasilitator itu harus menjadi garda terdepan dalam memberikan semangat dan motivasi kepada para petani kita, harus punya wawasan yang kuat dan agresif. Mari kita bangun semangat gotong royong”, ujar H.Basmin Mattayang.

Dijelaskannya banyak hal- hal yang bisa meningkatkan penghasilan per kapita di daerah kita ini, seperti memanfaatkan lahan rumah tangga. 

“Sebagamaimana beberapa bulan lalu kita telah membuat gerakan serentak untuk memanfaatkan lahan pekarangan rumah dengan menanam sayur-sayuran, buah dan tanaman apotik hidup. Oleh karena itu saya berharap para pengelola program ini dapat menciptakan etos kerja, memberikan motivasi kerja, dan bangun rasa optimisme bagi para petani untuk lebih berkembang”, tegas H. Basmin Mattayang.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian, Albaruddin Andi Picunang, melaporkan bahwa pelaksanaan Program READSI telah memasuki tahun kedua dari 5 tahun perencanaan pelaksanaan program.

“Annual Meeting dilaksanakan sebagai forum sikronisasi bagi masing-masing pengelola program baik ditingkat kabupaten, kecamatan hingga di tingkat desa sesuai program yang telah ditetapkan, dimana bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan petani, memberdayakan rumah tangga petani, baik secara kelompok maupun individu. Program READSI telah dilaksanakan di 6 kecamatan dimana masing-masing kecamatan terdiri dari 3 desa yang menjadi Lokus program,” kata Albaruddin.

Editor : Dwi Putro Agus Asianto