logo

Menaker Bersyukur Atas Kepulangan PMI Yang Lolos Dari Hukuman Mati

 Menaker Bersyukur Atas Kepulangan PMI Yang Lolos Dari Hukuman Mati

Menaker Ida Fauziyah.(foto,ist)
08 Juli 2020 00:58 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, mengungkapkan rasa syukurnya atas kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Etty binti Toyib, yang lolos dari hukuman mati, di Arab Saudi.

Dikemukakannya, kepulangan Etty ke Indonesia atas partisipasi dan dukungan dari masyarakat. "Saya sebagai pemerintah menyampaikan terima kasih atas dukungan, partisipasi masyarakat, terutama dari keluarga besar NU melalui LAZISNU,” tutur Menaker, saat menjemput Etty di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (6/7/2020).

Turut hadir menjemput kepulangan Etty, Kepala BP2MI Benny Ramdhani, Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid, anggota DPR RI Komisi IX Anggia Ermarini dan Nihayatul Wafiroh.

Menaker menyatakan, peran masyarakat dan advokasi dari perwakilan Indonesia untuk Arab Saudi sangat besar, atas pembebasan dan kepulangan Etty ke Indonesia. “Saya kira ini kerja teman-teman perwakilan kita yang sudah mengadvokasi kepada Bu Etty, dan akhirnya beliau dibebaskan dengan diyat yang harus dibayar," terangnya.

Dan diyat itu tambahnya, atas dukungan dari seluruh masyarakat, termasuk Komisi IX yang turut men-support. Seperti diketahui, Etty binti Toyib merupakan PMI asal Majalengka, Jawa Barat yang lolos dari hukuman mati di Arab Saudi, berkat tebusan 4 juta riyal atau Rp15,5 miliar.

Dia merupakan PMI yang bekerja di Kota Taif, Arab Saudi. Pada 2001, Etty didakwa menjadi penyebab meninggalnya sang majikan, Faisal al-Ghamdi. Etty dituduh meracuni sang majikan.

Pada kesempatan ini, Menaker menyatakan komitmennya, untuk terus mengadvokasi PMI yang tengah mengalami masalah tersebut. Dia menyatakan, dalam waktu dekat, pihaknya akan menjemput PMI yang mengalami masalah imigrasi di Malaysia dan akan segera pulang.

“Dalam waktu dekat kami akan menjemput temen-temen yang mengalami masalah imigrasi di Malaysia yang alhamdulillah dibebaskan dengan tanpa denda. Itu juga atas kerja keras semua pihak melalukan diplomasi dengan temen-teman di Malaysia,” jelasnya.

Ke depan kata Menaker, pihaknya akan melakukan moratorium dengan pemerintah Arab Saudi untuk penempatan PMI. Nantinya penempatan melalui Sistem Penempatan Satu Kanal (SPSK).

"Dengan sistem tersebut, perlindungan terhadap PMI akan lebih maksimal karena berbadan hukum, bukan perorangan," terangnya.

Editor : Gungde Ariwangsa SH