logo

BKKBN Gandeng Pengusaha Muda Bangkitkan Usaha Mikro, Wujudkan Keluarga Sejahtera

BKKBN Gandeng Pengusaha Muda Bangkitkan Usaha Mikro, Wujudkan Keluarga Sejahtera

Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN Dr M Yani M Kes PKK. (foto,ist)
07 Juli 2020 23:45 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: “Pemerintah memperkirakan angka pengangguran tahun ini kembali meningkat akibat pandemi Covid-19. Pandemi Covid-19 tidak hanya menimbulkan persoalan kesehatan, namun berdampak pada masalah ekonomi," tutur Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN Dr M Yani M Kes PKK, saat menjadi pembicara webinar bertajuk “Webinar Kebangkitan Usaha Mikro: Transformasi Ekonomi Keluarga, dari Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Berdasarkan data Bappenas, sebutnya, prediksi angka kemiskinan berkisar 9,7 - 10,2 persen (24,79 juta). Untuk membantu mengatasi masalah ekonomi yang dihadapi keluarga Indonesia, BKKBN terus berupaya membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga-keluarga Indonesia.

Salah satunya dengan melakukan pembinaan dan pelatihan usaha ekonomi rakyat. Usaha mikro, seperti Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) memiliki peranan yang sangat vital dalam menopang pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan ketahanan keluarga.

"Sektor usaha mikro ini mampu menciptakan lapangan kerja yang kemudian menurunkan angka kemiskinan," terang M Yani.

Dikemukakannya, usaha dan upaya BKKBN optimalisasi bonus demografi dan usaha mikro adalah melalui Program Usaha Ekonomi Keluarga Akseptor (Sakurga). Yakni kelompok usaha ekonomi produktif (UPPKS), yang beranggotakan sekumpulan anggota keluarga yang saling berinteraksi.

Terdiri dari berbagai tahapan keluarga sejahtera, baik pasangan usia subur yang sudah ber-KB maupun yang belum ber-KB. Sakurga bertujuan (1) mengajak keluarga aktif bergerak dalam ekonomi produktif, (2) menyosialisasikan pengelolaan keuangan keluarga, (3) meningkatkan ketahanan dan kemandirian keluarga, (4) mewujudkan keluarga kecil, bahagia, dan sejahtera, (5) meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian keluarga akseptor KB.

M Yani menjelaskan, Sakurga memiliki katalog yang berisikan sekumpulan produk kelompok UPPKS dengan beberapa jenis usaha dari berbagai provinsi yang disebut Kathrina. Terbit dua kali dalam setahun yaitu di bulan Mei dan November.

Terbitan pertama pada bulan November 2018 dan edisi kedua pada bulan Juni 2019. Selanjutnya produk yang terpilih dari Kathrina ke depan akan dipasarkan melalui aplikasi akutuku.com (www.akutuku.com).

Di bagian lain, Ketua Kompartmen Vokasi Bid 9 BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Brigita Manohara mengungkapkan, usaha mikro juga memiliki kontribusi yang sangat penting mengatasi masalah pengangguran.

"Ini terbukti mampu menyerap tenaga kerja meski jumlahnya tidak sebesar industri besar lainnya," ujarnya.

Menurut Brigita, HIPMI merupakan sebuah organisasi independen, merupakan kumpulan para pengusaha muda Indonesia yang bergerak dalam bidang perekonomian. Saat ini, HIPMI telah memiliki 274 Badan Pengurus Cabang yang tersebar di 33 provinsi di seluruh Indonesia.

"HIPMI terbuka bagi siapa saja yang memiliki usaha, saat ini telah menampung lebih dari 25.000 pengusaha yang bergerak di sektor UKM," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum BPC HIPMI Jakarta Barat & CEO PT Air Mas Group Basuki Surodjo menyatakan, tiap orang bisa menjadi sukses dalam mengembangkan usahanya asalkan tetap semangat, bekerja keras dan terus melakukan inovasi-inovasi demi meningkatkan nilai produknya (product value). Para pengusaha itu merupakan pahlawan Bangsa karena dapat membuka kesempatan kerja. Sehingga, dapat membantu upaya pengentasan kemiskinan.

"HIPMI juga terus membantu melakukan beberapa usaha demi menggerakkan sektor perekonomian bangsa dan ikut aktif dalam sektor Usaha Kecil Menengah (UKM)," ungkap Basuki.

Editor : Gungde Ariwangsa SH