logo

Palsukan Data, Peserta UTBK Mahasiswa Baru UNS Didiskualifikasi

Palsukan Data, Peserta UTBK Mahasiswa Baru UNS Didiskualifikasi

Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo
07 Juli 2020 22:14 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Salah satu peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, didiskualifikasi. Peserta berinisial MM tersebut diketahui telah melakukan pemalsuan dokumen.

Kecurigaan panitia berawal saat pelaksaan UTBK sesi kedua, Selasa (7/7/2020), MM datang ke ruang ujian di Laboratorium 2 Gedung UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) UNS. Lokasi tersebut disiapkan bagi peserta UTBK tuna netra, padahal MM terlihat bisa beraktifitas dan berjalan normal tanpa ada pendamping.

"Karena curiga kami mengecek data peserta tersebut. Dia mengisi data masuk kategori tuna netra, tapi kok bisa jalan sendiri," jelas Koordinator TIK UTBK UNS, Winarno.

Menurut Winarno, MM juga mengaku sebagai atlet tuna netra dan saat bertanding masuk kelas tuna netra. Tetapi pihak panitia tidak langsung percaya dan memintanya untuk ke panitia Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) untuk mendapatkan rekomendasi.

"Karena di sini bukan tempat berdebat jadi saya minta dia mengurus di sana," ujarnya.

Sementara itu, Ketua SPMB UNS, Ahmad Yunus menegaskan jika ada pemalsuan data seperti yang dilakukan MM maka langsung didiskualifikasi dan tidak ada kesempatan selanjutnya untuk mengikuti UTBK.

"Saat dilakukan klarifkasi, alasannya dia atlet dan disetiap perlombaan ikut kelas tunanetra. Panitia sudah mengecek dokumen yang bersangkutan," kata Yunus.

Saat diklarifikasi di bagian SPMB, yang bersangkutan memberikan keterangan yang berbeda. Dia ingin dipindahkan ke lokasi UTBK lain untuk masuk jalur reguler. Tetapi pihak UNS tidak akan memberikan toleransi.

"Menurut protokol SOP setiap pelanggaran akan didiskualifikasi. Panitia sebelumnya juga sudah melakukan klarifikasi langsung melalui telepon kepada peserta UTBK berkebutuhan khusus," paparnya.

Di UNS tercatat lima peserta berkebutuhan khusus, termasuk MM. Semua peserta berkebutuhan khusus tersebut disabilitas netra. Mereka dibagi dalam dua sesi ujian di dua tempat berbeda. Peserta ujian penyandang tuna netra menggunakan reglet dan komputer berisi aplikasi Non Visual Desktop Access (NVDA). Untuk soal UTBK bagi peserta berkebutuhan khusus berbeda dengan peserta normal. Terutama untuk jumlah soal dan materi untuk matematika lebih sederhana. ***

Editor : Markon Piliang